Dunia seakan kehilangan suaranya sebelum maut benar-benar datang. Elara berdiri di atas gundukan es yang membeku, napasnya memburu hingga menciptakan uap putih yang tebal di udara yang menggigit. Di hadapannya, pegunungan Utara tidak lagi tampak sebagai benteng alam yang megah, melainkan monster putih yang sedang memuntahkan isinya. Gelombang salju raksasa itu merayap turun dengan kecepatan yang mengerikan, menelan pohon-pohon pinus kuno seolah-olah mereka hanyalah ranting kering yang rapuh.
"Nyonya Elara, kita harus pergi sekarang! Perkemahan logistik itu sudah tidak bisa diselamatkan!" Kaelen berteriak tepat di samping telinganya, tangannya mencengkeram lengan jubah Elara dengan kuat.
Elara tidak bergeming. Matanya yang berwarna keunguan menatap lurus ke arah jalur longsoran yang mengarah tepat ke arah perkemahan di mana ratusan prajurit Vane sedang berjuang menyelamatkan persediaan gandum dan kristal mana. "Jika logistik itu hilang, Kaelen, kita tidak akan sampai ke gerbang berikutnya. Kita akan mati kelaparan di tengah badai sebelum kaisar sempat menyesali keputusannya."
"Tapi Anda tidak dalam kondisi untuk bertarung dengan alam!" Kaelen menunjuk ke arah tangan kiri Elara.
Garis hitam yang merambat dari ujung jari hingga pergelangan tangan Elara kini berdenyut dengan cahaya biru pucat yang tidak alami. Itu adalah sisa dari penyerapan paksa energi gudang mana Asteria yang dilakukannya di bawah benteng sebelumnya. Rasa panas yang membakar di balik kulit yang mati rasa itu adalah peringatan bahwa sirkuit jiwanya hampir mencapai batas.
"Aku tidak meminta izinmu, Kaelen. Aku meminta kamu untuk bersiap menarik siapa pun yang masih bernapas dari sana setelah aku membuka jalannya," ujar Elara dengan nada yang tidak terbantahkan.
"Anda gila! Void level 1.8 tidak dirancang untuk menahan berat satu gunung!" Kaelen mencoba menghalangi langkahnya.
"Aku tidak akan menahannya," Elara melangkah maju, kakinya tenggelam di salju yang mulai bergetar hebat. "Aku akan membuatnya men…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 31 Gemuruh Salju
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments