Aroma anyir darah dan belerang yang ditinggalkan oleh longsoran es sebelumnya kini berganti dengan bau kematian yang lebih merayap: aroma napas yang mendingin dan keringat yang membeku. Elara melangkah keluar dari tenda utamanya, disambut oleh pemandangan yang membuat jantungnya berdenyut nyeri. Perkemahan itu bukan lagi pusat logistik yang gagah, melainkan bangsal raksasa di mana rintihan para prajurit terdengar seperti gesekan bilah es di atas batu.
"Nyonya, mohon jangan mendekat ke area tenda medis luar tanpa masker kain yang tebal," Tabib Istana menghampiri Elara, wajahnya tampak sepuluh tahun lebih tua hanya dalam satu malam. "Wabah ini... ini bukan sekadar kedinginan. Ini adalah kutukan."
Elara menatap sang tabib melalui uap napasnya yang memutih. "Kau menyebutnya kutukan karena kau tidak bisa menjelaskan strukturnya dengan obat-obatan kekaisaran yang terbatas itu, Tabib. Katakan padaku, berapa banyak yang sudah menunjukkan gejala uap abu-abu?"
"Hampir tiga perempat dari pasukan yang selamat, Nyonya," suara tabib itu bergetar. "Obat-obatan herbal kita membeku sebelum sempat diseduh. Bahkan api unggun tidak bisa menghangatkan darah mereka. Mereka membeku dari dalam, dan saya... saya tidak punya jawaban lagi."
Elara mengalihkan pandangannya ke arah barisan tenda di mana para prajurit terbaring. Ia mengaktifkan Void, memfokuskan sirkuit jiwanya hingga mencapai level 1.9. Penglihatannya bergeser; dunia fisik yang putih perlahan memudar, digantikan oleh jalinan energi Mana yang berdenyut di udara. Di sana, ia melihatnya dengan jelas—partikel-partikel halus berwarna hitam keunguan yang melayang rendah, masuk ke dalam saluran pernapasan setiap manusia yang bernapas di sana.
"Ini adalah spora Mana dari Gua Kristal Biru yang baru saja kita hancurkan segel sekundernya," gumam Elara. "Sekte Void tidak hanya ingin mengubur kita dengan salju, mereka ingin kita menjadi wadah bagi residu energi purba ini."
"Apa yang harus kita lakukan? Jika utusan kaisar tiba dan melihat pas…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 32 Demam Beku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments