Logam emas itu terasa membakar telapak tangan Elara, meski suhu di sekelilingnya cukup untuk membekukan darah dalam hitungan menit. Ia berdiri mematung di tengah tendanya, menatap tusuk konde berbentuk matahari Asteria yang berkilauan di bawah cahaya lampu minyak yang berkedip. Di bawah kakinya, secarik kertas kecil yang telah remuk mengandung kalimat yang lebih tajam dari belati manapun: sebuah perintah untuk melenyapkan Panglima Vane. Valerius sedang menguji kesetiaannya, atau mungkin, sedang mencoba menghancurkan bagian terakhir dari kemanusiaan yang ia miliki.
Elara memejamkan mata sejenak, merasakan getaran halus dari permukaan tanah di bawah sepatunya. Void Lv 1.8 miliknya mulai beresonansi, memberinya persepsi aneh tentang berat udara di pegunungan ini. Ia bisa merasakan kepadatan salju yang menumpuk di atas tenda, dan langkah kaki berat yang mendekat dari luar.
"Nyonya? Utusan itu sudah pergi jauh." Suara Kaelen terdengar dari balik tirai tenda. Ada nada kecemasan yang tertahan di sana, sebuah intuisi ksatria yang mencium bau bahaya bahkan sebelum pedang ditarik dari sarungnya.
Elara menarik napas panjang, membiarkan udara dingin mengisi paru-parunya. "Masuklah, Kaelen. Dan panggil Panglima Vane. Katakan padanya ada pergerakan sisa sekte di celah tebing barat yang perlu kita periksa secara pribadi."
Kaelen muncul di ambang pintu, matanya tertuju pada tusuk konde emas di tangan Elara, lalu beralih ke wajah wanita itu yang tampak sedingin porselen. "Secara pribadi? Di tengah badai yang sedang merangkak naik ini?"
"Hanya kita bertiga," jawab Elara datar. Ia menyelipkan tusuk konde itu ke dalam gulungan rambutnya dengan gerakan yang kaku. "Kaisar menunggu sebuah jawaban, Kaelen. Dan aku akan memberikannya di tempat di mana hanya angin yang bisa mendengar."
Sepuluh menit kemudian, mereka bertiga bergerak menembus kabut salju yang mulai menebal. Panglima Vane berjalan dengan langkah yang tidak stabil. Sejak pertempuran di Gua Kristal Biru, pria itu tampak seperti…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 30 Dilema di Tepi Jurang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments