Sisa-sisa debu salju dari derap kuda utusan kaisar masih menggantung di udara tipis perbatasan, menciptakan tirai putih yang perlahan menyatu dengan cakrawala kelabu. Elara tetap mematung di gerbang perkemahan, jemarinya mencengkeram kain jubah kasar miliknya hingga buku-buku jarinya memutih. Tangan kirinya—yang kini menghitam pekat hingga pergelangan akibat beban purifikasi sumber air tempo hari—berdenyut perih, seolah-olah sirkuit Void di dalamnya sedang memprotes kelelahan yang ia paksakan.
Di tengah kesunyian itu, sebuah frekuensi mulai merayap naik. Sebuah nada tinggi yang melengking, namun terasa halus seperti sutra yang menyayat kulit.
"Nyonya? Utusan itu sudah jauh. Kenapa Anda masih berdiri di sini? Udara semakin membeku," Kaelen melangkah mendekat, suaranya berat oleh kecemasan yang tertahan.
Elara tidak menoleh. Ia memejamkan mata, mencoba menyaring kebisingan angin dari denging asing yang kini mulai membuat telinganya terasa panas. "Kaelen, apa kau benar-benar tidak mendengar apa pun? Sebuah nada yang seolah-olah ditarik dari kedalaman es yang paling tua?"
Kaelen terdiam, menajamkan pendengarannya ke arah hutan pinus yang membeku di hadapan mereka. "Hanya desau angin yang menghantam tebing, Nyonya. Tidak ada nyanyian, tidak ada suara wanita. Hanya napas kita yang membeku."
"Berarti resonansi ini memang hanya ditujukan untuk jiwa yang terikat pada frekuensi Void," Elara membuka matanya, kilatan ungu samar berdenyut di pupilnya. "Panggil Juna. Sekarang."
"Tapi Sersan Juna masih sangat lemah, Nyonya. Lendir abu-abu itu baru saja keluar dari paru-parunya beberapa jam yang lalu saat pembersihan wabah kemarin," Kaelen mencoba memberikan alasan logis, namun ia segera bungkam saat Elara memberikan tatapan absolut yang mematikan.
"Panggil dia sebelum nyanyian ini membawanya pergi jauh dari kita, Kaelen!" perintah Elara dingin.
Tak butuh waktu lama bagi Kaelen untuk membawa Juna ke gerbang. Sersan itu berjalan dengan langkah limbung, matanya tampak kosong dan berk…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 33 Nyanyian Sirene Es
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments