Debu es yang beterbangan akibat runtuhnya dinding air terjun perlahan mengendap, menyelimuti permukaan tanah dengan lapisan putih yang tipis di depan gerbang batu yang baru saja terungkap. Elara masih mematung, napasnya terlihat sebagai uap putih yang terputus-putus, seirama dengan denyut cahaya biru safir yang memancar dari ukiran kristal di bingkai pintu kuno itu. Setiap kali cahaya itu berpendar, Elara merasakan tarikan halus di ulu hatinya, seolah-olah sirkuit Void di dalam tubuhnya sedang mengenali sisa-sisa peradaban yang telah lama terkubur.
"Nyonya, jangan melangkah lebih jauh dulu," Kaelen melangkah maju, memposisikan dirinya di antara Elara dan kegelapan gua yang menganga. Pedang peraknya ia genggam erat, meski tangannya sendiri sedikit gemetar karena tekanan mana yang mendadak meningkat di sekitar mereka. "Tekanan di dalam sana... ini bukan sekadar sihir alam. Ini adalah jebakan atau pemakaman."
Elara menatap tangan kirinya yang menghitam hingga ke siku. "Mati rasa ini sudah mencapai batasnya, Kaelen. Jika aku tidak menemukan sumber resonansi ini sekarang, tangan ini mungkin harus dipotong besok pagi."
"Justru karena itu kita harus kembali ke perkemahan!" Kaelen berseru, suaranya naik satu oktav karena cemas. Ia meraih tangan kiri Elara yang dingin dan kaku. "Lihat tanganmu! Kau bahkan tidak bisa merasakan jemarimu sendiri. Masuk ke dalam sana dalam kondisi stamina terkuras adalah bunuh diri."
Elara menoleh pelan, menatap Kaelen dengan mata yang tampak redup namun tajam. "Jika aku mundur sekarang, martabatku sebagai komandan di depan para prajurit yang baru saja kupulihkan akan hancur. Dan yang lebih penting, ancaman dari sekte itu tidak akan berhenti hanya karena kita takut. Mereka menunggu di kegelapan, Kaelen. Aku harus masuk."
Kaelen terdiam, namun matanya tidak beralih dari tangan Elara. Ia bisa merasakan hawa dingin yang menjalar dari kulit Elara ke telapak tangannya sendiri. "Aku hanya tidak ingin kehilanganmu, Aurelia."
Penyebutan nama aslinya dal…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 34 Gua Kristal Biru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments