Dunia seolah-olah kehilangan suaranya dalam satu kedipan mata yang menyakitkan. Elara berdiri mematung di atas reruntuhan granit yang masih mengeluarkan uap panas akibat gesekan energi sebelumnya. Di hadapannya, Master Malakor—sosok yang selama ini menjadi pusat dari segala mimpi buruknya di Utara—menyibakkan penutup kepalanya dengan gerakan yang sangat lambat, hampir menyerupai sebuah upacara kematian yang agung. Elara terpaku, seluruh sirkuit saraf di tubuhnya seolah membeku saat ia menatap wajah di balik tudung itu. Ia melihat sepasang mata dengan iris emas pucat berpola bintang berujung delapan—sebuah tanda suci darah murni Dinasti Asteria yang hanya dimiliki oleh para bangsawan tinggi pemegang kunci sejarah kerajaan yang kini telah runtuh. Kesunyian yang mencekam seketika menyelimuti seluruh lapangan benteng Iron Gate; bahkan salju yang sedari tadi turun dengan beringas mendadak berhenti menggantung di udara, seolah-olah alam semesta sendiri menahan napas untuk memberi ruang pada otoritas yang begitu dominan.
"Kenapa..." Elara berbisik, suaranya terdengar seperti gesekan kertas kering yang terbakar di tengah badai. "Kenapa kau masih hidup saat ayahku, ibuku, dan seluruh keluargaku menjadi abu di bawah kaki sang kaisar?"
Malakor melangkah maju. Setiap pijakan kakinya di atas salju tidak meninggalkan suara langkah kaki manusia normal, melainkan riak energi ungu yang begitu berat hingga membuat lantai batu di sekitarnya retak secara radial akibat beban gravitasi dari Tekanan Mana Lv 3.0. Cahaya bulan yang berwarna ungu pekat di langit Utara memantulkan pendaran emas di dalam pupil matanya, menciptakan pemandangan yang menghancurkan batin Elara. Pria ini bukan sekadar musuh yang harus dikalahkan; ia adalah bagian dari rumah yang telah hilang, bagian dari masa lalu yang seharusnya sudah terkubur bersama puing-puing istana.
"Kematian adalah sebuah kemewahan bagi mereka yang tidak memiliki visi, Aurelia," suara Malakor menggema, bukan melalui getaran udara, melainkan…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 42 Pertemuan dengan Master
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments