Sisa Jejak di Balik Bayangan
Aroma hutan pinus yang dibawa Kaelen perlahan-lahan memudar, kalah oleh bau anyir darah dan sisa-sisa kulit yang menghangus di udara penjara yang pengap. Aurelia masih terpaku menatap lubang ventilasi di langit-langit yang kini telah tertutup rapat kembali, menyisakan kesunyian yang terasa lebih berat daripada rantai besi yang melilit pergelangan tangannya. Di bawah keremangan cahaya fajar yang baru saja menyelinap masuk melalui celah pintu sel, bayangan Jenderal Asteria itu seolah masih tertinggal, meninggalkan rasa sesak yang aneh di dada Aurelia. Ia memejamkan mata, mencoba menstabilkan getaran di tangannya yang bukan lagi disebabkan oleh rasa takut, melainkan oleh sisa-sisa emosi manusiawi yang ia paksa untuk tunduk.
"Kau terlalu lembut, Kaelen," bisiknya pada kegelapan, suaranya pecah seperti gesekan batu. "Kesetiaanmu adalah duri yang bisa menusuk kita berdua jika kau tidak belajar untuk melihatku sebagai senjata, bukan lagi sebagai putri yang harus kau dekap."
Ia merasakan denyut di punggungnya, tepat di titik luka bakar lamanya, mulai berubah frekuensinya. Panas yang ia serap dari anglo penyiksaan tadi malam kini telah terkonsentrasi sepenuhnya di sana, menciptakan sebuah titik gravitasi energi yang aneh. Rasanya seperti ada sebongkah bara abadi yang dijahit ke dalam dagingnya, berdenyut searah dengan detak jantungnya. Setiap denyutan itu mengirimkan gelombang rasa sakit yang tajam, namun Aurelia menerimanya dengan senyum getir. Luka itu kini bukan lagi sekadar saksi bisu penghianatan Valerius yang membakarnya hidup-hidup, melainkan gerbang kekuatan Void yang mulai matang.
"Tahan... jangan biarkan panas ini menguap," batinnya memerintah pada sel-sel tubuhnya sendiri.
Pintu sel berderit pelan. Langkah kaki yang terdengar bukan lagi langkah berat para penjaga yang haus akan penyiksaan fisik. Ini adalah langkah kaki yang ringan, penuh kehati-hatian, namun menyimpan aroma pengkhianatan yang sudah sangat akrab di indra penciuman Aurel…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 11 Kaelen Menyusup
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments