Cahaya di Atas Puing Keangkuhan
Sinar matahari pagi yang menerobos jendela kamar kaisar terasa asing di kulit Elara, seolah-olah bola api di langit itu sedang menghakimi kegelapan yang baru saja ia telan ke dalam jiwanya. Elara berdiri mematung di depan kaca besar, menatap pantulan dirinya yang mengenakan gaun sutra tipis pemberian Valerius. Luka sayatan di lengannya, yang semalam masih bersimbah darah akibat belati perak milik Elena, kini hanya menyisakan garis merah tipis yang hampir pudar. Kecepatan pemulihan ini adalah bukti bahwa sirkuit energi Void-nya telah mencapai sinkronisasi yang lebih dalam dengan tubuh manusianya setelah ia memurnikan residu energi hitam yang ia rampas dari Elena.
"Nyonya, Anda sudah bangun?" suara Rina terdengar sangat pelan dari balik pintu, penuh dengan nada hormat yang belum pernah ada sebelumnya.
"Masuklah, Rina," jawab Elara tanpa mengalihkan pandangan dari jendela.
Pintu terbuka dengan desis halus. Rina masuk membawa nampan berisi air mawar dan handuk bersih. Langkah pelayan itu terhenti sejenak saat melihat Elara berdiri di tengah cahaya matahari. "Istana sedang gempar, Nyonya. Berita tentang jatuhnya Selir Utama Elena ke penjara bawah tanah menyebar lebih cepat daripada wabah. Para pelayan... mereka takut, tapi mereka juga merasa lega."
"Takut karena mereka tidak tahu siapa yang akan menggantikannya, dan lega karena tidak akan ada lagi sihir hitam yang mencekik napas mereka di lorong-lorong ini," Elara berbalik, matanya yang kini tampak lebih tajam menatap Rina. "Bagaimana dengan Panglima Vane?"
Rina meletakkan nampan dengan tangan yang sedikit bergetar. "Beliau terlihat di gerbang taman pagi ini, Nyonya. Wajahnya sangat gelap. Dia mencoba meminta izin masuk untuk melihat kondisi taman yang Anda pulihkan semalam, tapi pengawal pribadi kaisar menahannya."
"Biarkan dia masuk," kata Elara dingin. "Aku ingin dia melihat dengan matanya sendiri bahwa matahari telah terbit kembali di Asteria, dan dia tidak lagi memiliki bayangan untuk…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 25 Matahari Asteria
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments