Lantai kayu tenda medis berderit di bawah beban zirah logam yang mendingin. Di ambang pintu, Kapten Harka berdiri tegak dengan seringai yang menyatukan arogansi dan rasa haus akan darah. Di belakangnya, selusin ksatria unit kavaleri elit bayangan telah menghunus pedang, membiarkan salju halus dari luar menyelinap masuk dan membekukan udara di antara mereka.
"Izin ini ditandatangani dengan darah kekaisaran, Elara! Kau tidak punya tempat untuk lari!" teriak Harka. Ia mengangkat selembar perkamen dengan stempel lilin merah yang sangat kukuh. "Atas perintah Sir Julian dan wewenang kaisar, aku berhak mengambil alih komando Utara dan mengeksekusi pengkhianat di bawah kakimu ini!"
Elara tidak bergeming. Ia berdiri di depan tempat tidur Kaelen yang masih tak sadarkan diri. Tangan kanannya yang menghitam hingga ke siku terasa sangat berat, berdenyut dengan energi gelap yang menuntut pelepasan. Bau ozon dari mana yang terkoyak mulai memenuhi ruangan, bercampur dengan aroma anyir darah dari luka lama Kaelen.
"Kau bicara tentang izin di tanah yang bahkan tidak sudi menerima jejak kakimu, Harka?" suara Elara keluar lebih rendah dari biasanya, tajam sebilah sembilu. "Di Utara, hanya ada satu hukum: Kata-kataku."
Harka tertawa, tawa kering yang pecah menjadi uap napas putih. "Kata-katamu? Kau hanyalah seorang permaisuri yang dibuang ke kandang serigala. Sir Julian sudah menyadari kesalahannya mendukungmu. Sekarang, minggir atau aku akan membiarkan anak buahku menyeretmu keluar dengan rantai!"
"Rina," panggil Elara tanpa menoleh ke belakang. Pelayan muda itu berdiri gemetar di pojok, matanya yang besar digenangi air mata. "Bawa Kaelen ke dalam perlindungan ksatria Asteria di barak belakang. Segera."
"T-tapi, Tuan Putri..."
"Lakukan sekarang, Rina. Ini bukan permintaan," tegas Elara.
Harka memberi isyarat kepada dua prajuritnya. "Tangkap ksatria itu! Jika wanita ini melawan, lumpuhkan saja!"
Saat kedua prajurit itu merangsek maju, Elara mengangkat tangan kirinya. Gelombang tekanan V…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 37: Pemberontakan Kapten
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments