Gerbang Menuju Neraka
Langkah kaki Aurelia terseret dengan bunyi rantai yang beradu membentur lantai batu lorong bawah tanah yang dingin dan berlumut. Aroma mawar dari pesta taman yang memualkan dan penuh kepalsuan tadi kini telah lenyap sepenuhnya, digantikan oleh bau belerang yang pekat serta kelembapan yang menyesakkan paru-paru. Setiap kali ia melangkah lebih jauh ke dalam perut bumi istana, suhu udara di sekitarnya terasa meningkat secara tidak wajar, seolah-olah dinding batu di sekelilingnya sedang bernapas mengeluarkan hawa panas yang purba.
"Berjalanlah dengan benar dan lebih cepat, Tuan Putri! Jangan membuang waktu kami!" bentak penjaga bertubuh besar itu sambil menyentakkan rantai di leher Aurelia dengan kekuatan yang sanggup mematahkan leher manusia biasa.
Aurelia terhuyung secara fisik, telapak kakinya yang tadi terluka akibat rumput kasar di taman kini harus merasakan sensasi dinginnya batu yang basah oleh rembesan air limbah yang berbau busuk. Ia tidak memberikan perlawanan sedikit pun. Matanya menatap kosong ke punggung penjaga di depannya, namun tangannya gemetar hebat dengan ritme yang tidak terkendali. Ia tahu persis ke mana mereka akan pergi. Getaran di udara, suara deru rendah yang konstan di kejauhan—itu adalah suara api yang sedang lapar.
"Kau sangat beruntung, Elara. Nyonya Elena secara khusus meminta kami untuk memastikan kau mendapatkan kehangatan ekstra malam ini sebagai penutup pesta," ujar penjaga itu sambil tertawa rendah, sebuah suara yang terdengar seperti gesekan kerikil di dalam tenggorokan.
"Kehangatan... atau sebuah upaya pembersihan paksa?" bisik Aurelia dengan suara yang nyaris hilang, tertelan oleh kegelapan koridor.
"Sebut saja apa pun yang kau mau. Bagiku pribadi, ini hanyalah prosedur normal untuk menangani tawanan yang tidak tahu diri dan terlalu banyak bicara," sahut penjaga itu dengan nada dingin yang menjadi ciri khas para eksekutor Empire.
Pintu besi besar di ujung lorong terbuka dengan suara derit yang menyayat telinga,…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 10 Siksa Api
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments