Sisa kepulan asap dari gudang logistik yang terbakar semalam masih menggantung rendah di udara pagi yang membeku, bercampur dengan aroma pinus basah dan bau hangus yang menusuk hidung. Elara berdiri di depan tendanya, menatap barisan prajurit yang tampak lesu saat mereka mencoba membersihkan sisa arang di atas salju. Luka lecet di kakinya terasa berdenyut setiap kali ia menggeser tumpuan berat tubuhnya, sebuah pengingat fisik yang jujur bahwa perjalanan menuju Utara ini baru saja dimulai. Ia merasakan kehadiran seseorang di belakangnya sebelum orang itu sempat mengeluarkan suara, sebuah resonansi familiar dari Kaelen yang selalu menjaga jarak aman namun tetap waspada.
"Panglima Vane memanggil Anda ke tenda utama, Elara," suara Kaelen terdengar rendah, tersamar oleh desau angin yang kian kencang. "Wajahnya tampak terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja kehilangan hampir setengah pasokan makanannya. Aku tidak menyukai caranya menatapmu saat apel pagi tadi."
Elara tidak menoleh, matanya tetap terpaku pada jelaga hitam yang mengotori hamparan salju putih yang murni. "Dia merasa telah menemukan belati yang cukup tajam untuk mengiris tenggorokanku, Kaelen. Kesombongan adalah satu-satunya hal yang bisa membuatnya tetap merasa berkuasa di tanah yang ingin membunuhnya ini."
"Haruskah aku ikut masuk?" tanya Kaelen, tangannya secara insting menyentuh hulu pedangnya.
"Tidak. Biarkan dia merasa menang di atas angin untuk sejenak. Jika kau ada di sana, dia akan merasa terancam dan mungkin akan menyembunyikan kartu asnya," Elara berbalik, menatap Kaelen dengan mata yang jernih namun sedalam sumur tua. "Tunggu di luar perimeter tenda. Jika aku tidak keluar dalam lima belas menit, kau tahu apa yang harus dilakukan."
Elara melangkah menuju tenda besar di tengah perkemahan, melewati Kapten Harka yang berdiri berjaga di depan pintu masuk. Harka menatapnya dengan seringai meremehkan, matanya memindai jubah sutra Elara yang kini kotor dan robek di bagian bawah. Elara mengabaikannya…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 27 Surat dari Kegelapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments