Raja yang nyasar di kamar

Tengah malam, tahun 2026.

Seluruh rumah telah terlelap dalam keheningan.

Lampu-lampu utama sudah dimatikan sejak beberapa jam lalu. Hanya cahaya remang dari lampu taman yang sesekali masuk melalui jendela besar rumah megah itu.

Di tengah suasana yang sunyi tersebut, seorang gadis remaja terlihat mengendap-endap menaiki tangga.

Langkahnya sangat pelan.

Sangat hati-hati.

Seolah lantai rumah itu dipenuhi ranjau yang siap meledak kapan saja.

"Huft..."

Azura mengembuskan napas panjang.

Untung saja.

Sejauh ini tidak ada yang memergokinya.

Gadis itu segera mempercepat langkahnya hingga akhirnya tiba di depan pintu kamar bercat merah muda miliknya.

Dengan hati-hati, ia memegang gagang pintu.

Lalu membukanya perlahan.

*Ceklek...*

Azura langsung memejamkan mata.

Menunggu seseorang meneriakinya dari belakang.

Atau mungkin mendengar suara Maminya yang galak.

Namun...

Tidak ada apa-apa.

Sunyi.

Perlahan, Azura membuka matanya.

Aman.

Ia tersenyum lega.

"Yes..."

Dengan gerakan hati-hati, ia masuk ke dalam kamar lalu menutup pintu kembali.

Ia bahkan tidak berani menyalakan lampu lorong.

Kalau sampai kedua orang tuanya tahu bahwa dirinya baru saja pulang diam-diam tengah malam begini, tamatlah riwayatnya.

*Cetek!*

Lampu kamar menyala.

Ruangan yang semula gelap langsung terang benderang.

Azura melempar tasnya asal ke atas sofa.

Bruk.

"Lumayan seru juga."

Gumamnya sendiri sambil berjalan ke depan meja rias.

Satu per satu aksesori yang menghiasi tubuhnya dilepas.

Anting.

Kalung.

Gelang.

Semua ditaruh sembarangan.

Dress hitam yang ia kenakan malam itu pun segera diganti dengan piyama tidur yang sudah dipakainya sebelum kabur dari rumah.

Setelah merasa lebih nyaman, Azura berjalan menuju kamar mandi.

Mencuci muka.

Menggosok gigi.

Dan membersihkan sisa makeup yang masih menempel.

Beberapa menit kemudian, ia kembali ke kamar.

Tubuhnya terasa lelah.

Matanya mengantuk.

Yang ada dalam pikirannya sekarang hanya satu.

Tidur.

Tanpa banyak pikir, Azura langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.

Bruk!

Namun...

Keningnya langsung berkerut.

Ada yang aneh.

Kasurnya terasa berbeda.

Lebih berat.

Lebih keras.

Dan...

Tidak nyaman.

Azura membuka matanya perlahan.

Lalu duduk.

Pandangannya mengarah ke tengah ranjang.

Di sana.

Tepat di bawah selimut.

Ada sebuah gundukan besar.

Gundukan yang jelas-jelas tidak ada sebelum dirinya pergi.

Deg.

Jantung Azura langsung berdetak lebih cepat.

Ia menelan ludah.

Mungkin hanya bantal.

Mungkin juga boneka.

Mungkin...

Tapi! Ini terasa keras!

Perlahan ia mendekat.

Tangannya yang sedikit gemetar meraih ujung selimut.

Lalu...

*Sret!*

Selimut itu tersingkap.

Dan dunia Azura seakan berhenti berputar.

Matanya membulat sempurna.

Mulutnya terbuka lebar.

Di atas ranjangnya.

Di kasurnya.

Di kamar pribadinya.

Ada seorang pria asing yang sedang berbaring dengan tenang.

"AAAAAAAAAAAAAAAAA!!"

Jeritannya menggema ke seluruh rumah.

"AAAAA!! MALING!! TOLONG!! MAMIIIIII!!"

Azura melompat turun dari kasur.

Lalu berlari keluar kamar secepat kilat.

Bruk!

"Aduhhh!"

Tubuhnya menabrak seseorang.

"AZURAAAA!"

Teriak seorang wanita paruh baya.

Monica.

Maminya.

Wanita itu terjatuh ke lantai akibat tabrakan mendadak tersebut.

Azura buru-buru hendak membantu.

Namun gagal.

Sebab ada satu masalah.

Seorang bocah laki-laki masih terbaring di atas tubuh Monica.

"Kamu bangun dari tubuh Mami dong, Xell! Berat ih!"

Excel membuka matanya perlahan.

Wajahnya masih linglung.

"Hah? Gempa?"

Azura langsung menggeleng keras.

"Bukan gempa! Ada maling!"

Mendengar kata maling, Excel langsung terjaga.

Di saat yang sama, Jody muncul dari ujung lorong.

Pria berkacamata itu tampak heran melihat keluarganya berkumpul di depan kamar Azura.

"Kalian ngapain?"

Belum sempat ada yang menjawab, para pekerja rumah juga berdatangan.

"Non! Ada apa?"

"Saya dengar Non Zura teriak!"

"Kaget saya!"

Monica langsung menunjuk Azura.

"Coba jelasin."

Azura refleks bersembunyi di belakang tubuh Jody.

"Di kamar aku ada maling, Pih!"

Semua orang terdiam.

Lalu...

Menatap Azura dengan tatapan tidak percaya.

Monica mendelik.

"Kamu nggak usah ngarang."

"Aku gak ngarang!"

"Mana ada maling masuk rumah kita?"

"Ada! Mami liat aja!"

Azura merengek menunjuk pintu.

hampir menangis.

"Mami lihat sendiri kalau nggak percaya!"

Jody akhirnya memutuskan untuk memeriksa kamar.

Namun baru satu langkah berjalan.

Excel mendadak menghadang.

"Papi mundur."

Semua orang berkedip bingung.

Excel menepuk dadanya dengan bangga.

"Biar Excel yang lihat. Kak Zura penakut."

Azura langsung melotot.

"HEH!"

Namun Excel sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar.

Beberapa detik berlalu.

Lalu...

"WAAAAH!!!"

Suara Excel terdengar dari dalam.

"OM GANTENG BANGET!!"

Semua orang saling pandang.

Hening.

Lalu beramai-ramai masuk ke dalam kamar.

Dan tepat saat itu...

Mereka semua membeku.

Seolah waktu berhenti.

Di atas ranjang Azura.

Duduk seorang pria muda yang luar biasa tampan.

Kulitnya pucat.

Rambutnya cokelat keemasan.

Hidungnya mancung.

Alisnya tebal.

Dan wajahnya terlihat seperti tokoh utama novel fantasi yang keluar dari halaman buku.

Pria itu sedang memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri.

Tatapannya masih linglung.

Namun tetap terasa tajam.

Sangat tajam.

"Dia siapa, Pih?"

Tanya Monica pelan.

Jody masih terpaku.

"Papi nggak tahu..."

Sementara itu, Farah yang berdiri di belakang bahkan sampai menutup mulutnya sendiri.

Tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.

Dan di tengah tatapan semua orang...

Pria asing tersebut perlahan mengangkat kepalanya.

Tatapannya menyapu seluruh ruangan.

Penuh kebingungan.

Penuh tanda tanya.

Seolah dirinya sama terkejutnya dengan mereka.

Dan untuk pertama kalinya malam itu...

Mata Azura dan mata pria asing itu bertemu.

Entah mengapa.

Ada sesuatu yang aneh dalam tatapan lelaki tersebut.

Sesuatu yang membuat bulu kuduk Azura meremang.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Libra95

Libra95

mampìr guys.
main2 ke krya lu juga ya kalen🙏

2026-07-28

2

MayAyunda

MayAyunda

mampir tor

2026-07-08

1

lihat semua
Episodes
1 Raja yang kehilangan Tahta
2 Raja yang nyasar di kamar
3 Tersangka tampan
4 Raja yang tidak di percaya
5 kebingungan sang raja
6 hilangnya sang raja
7 Raja yang tak bisa mandi
8 aib sempak
9 langkah pertama di dunia asing
10 pulang yang semakin jauh
11 Mata yang kembali bertemu
12 keheningan di meja makan
13 nama yang tidak tercatat di manapun
14 rahasia depan rumah
15 dasar manusia purba!
16 ingin tahu dunia baru
17 siapa dia?
18 ketauan
19 Bertemu dia
20 rahasia masa lalu
21 mulai menyebar
22 pengen juga
23 weekend yang berubah arah
24 di antara dua tatapan
25 debar di sore hari
26 Drama malam hari
27 ponsel ditempat sampah
28 ponsel dan kesalahpahaman
29 gagal
30 permintaan maaf
31 Full day sama kamu
32 koin emas??
33 perlahan dekat.
34 drama naik lift
35 lupa
36 perkelahian di gang gelap
37 Leon hilang
38 ketemu.
39 siomay dan rasa kesal
40 usiran halus dan ambisi Zerana.
41 jebakan di menara sunyi
42 rahasia di balik kanvas
43 singa betina di sekolah musuh.
44 kebingungan di atas roof top
45 warna yang sama dengan sorot berbeda
46 jambakan didepan gerbang SMA Garuda
47 Tamu tak diundang
48 tuduhan pelet
49 Ganteng maksimal
50 salah sasaran
51 Rahasia dan ancaman
52 Pernyataan Leon.
53 Liontin batu shafir
54 incaran baru
55 Jejak Safir dan penculikan
56 Rahasia yang tersembunyi
57 kebenaran yang terpotong
58 pujian yang mampu menyelamatkan
59 mahkota yang retak
60 serpihan kepercayaan yang runtuh
61 gema kerinduan yang hilang
62 pertengkaran di pesisir
63 kejaran dan kebenaran
64 tertangkap
65 misteri malam kelahiran
66 darah murni istana
67 Titahan tak terduga
68 ikatan yang terbelah.
69 perkelahian di goa
70 tarikan takdir lintas dimensi
71 keributan di ruang arsip
72 Takdir yang menyilang
73 the real bukan mimpi.
74 dunia baru dan gaun impian
75 misteri dibalik pohon beringin
76 misteri boneka Sukma
77 Riuh di balik dinding batu
78 pertemuan yang mengoyak hati
79 Batas yang nyata
80 di balik bayang-bayang Istana
81 pelarian malam
82 tiba-tiba gombal
83 pulang
84 pelukan hangat dan topeng istana
85 penyamaran
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Raja yang kehilangan Tahta
2
Raja yang nyasar di kamar
3
Tersangka tampan
4
Raja yang tidak di percaya
5
kebingungan sang raja
6
hilangnya sang raja
7
Raja yang tak bisa mandi
8
aib sempak
9
langkah pertama di dunia asing
10
pulang yang semakin jauh
11
Mata yang kembali bertemu
12
keheningan di meja makan
13
nama yang tidak tercatat di manapun
14
rahasia depan rumah
15
dasar manusia purba!
16
ingin tahu dunia baru
17
siapa dia?
18
ketauan
19
Bertemu dia
20
rahasia masa lalu
21
mulai menyebar
22
pengen juga
23
weekend yang berubah arah
24
di antara dua tatapan
25
debar di sore hari
26
Drama malam hari
27
ponsel ditempat sampah
28
ponsel dan kesalahpahaman
29
gagal
30
permintaan maaf
31
Full day sama kamu
32
koin emas??
33
perlahan dekat.
34
drama naik lift
35
lupa
36
perkelahian di gang gelap
37
Leon hilang
38
ketemu.
39
siomay dan rasa kesal
40
usiran halus dan ambisi Zerana.
41
jebakan di menara sunyi
42
rahasia di balik kanvas
43
singa betina di sekolah musuh.
44
kebingungan di atas roof top
45
warna yang sama dengan sorot berbeda
46
jambakan didepan gerbang SMA Garuda
47
Tamu tak diundang
48
tuduhan pelet
49
Ganteng maksimal
50
salah sasaran
51
Rahasia dan ancaman
52
Pernyataan Leon.
53
Liontin batu shafir
54
incaran baru
55
Jejak Safir dan penculikan
56
Rahasia yang tersembunyi
57
kebenaran yang terpotong
58
pujian yang mampu menyelamatkan
59
mahkota yang retak
60
serpihan kepercayaan yang runtuh
61
gema kerinduan yang hilang
62
pertengkaran di pesisir
63
kejaran dan kebenaran
64
tertangkap
65
misteri malam kelahiran
66
darah murni istana
67
Titahan tak terduga
68
ikatan yang terbelah.
69
perkelahian di goa
70
tarikan takdir lintas dimensi
71
keributan di ruang arsip
72
Takdir yang menyilang
73
the real bukan mimpi.
74
dunia baru dan gaun impian
75
misteri dibalik pohon beringin
76
misteri boneka Sukma
77
Riuh di balik dinding batu
78
pertemuan yang mengoyak hati
79
Batas yang nyata
80
di balik bayang-bayang Istana
81
pelarian malam
82
tiba-tiba gombal
83
pulang
84
pelukan hangat dan topeng istana
85
penyamaran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!