Selama beberapa hari terakhir, bisik-bisik tentang hilangnya Putra Mahkota Leonard menyebar seperti api yang menjalar di padang rumput kering. Tidak ada yang tahu siapa yang pertama kali memulainya. Namun, ketika sang pangeran tak kunjung terlihat di hadapan rakyat, keraguan perlahan berubah menjadi kepanikan
Sejak matahari belum tinggi, suasana Kerajaan Lunaventia sudah tidak seperti biasanya.
Ratusan rakyat memenuhi halaman depan gerbang utama istana.
Awalnya hanya puluhan orang.
Lalu menjadi ratusan.
Mereka membawa kecemasan sekaligus kemarahan.
Beberapa hari terakhir, Putra Mahkota Leon sama sekali tidak pernah terlihat.
Desas-desus mulai menyebar.
Ada yang mengatakan beliau sakit.
Ada pula yang mengatakan beliau dibunuh.
Bahkan ada yang berbisik bahwa keluarga kerajaan sedang menyembunyikan sesuatu.
Semakin lama, isu itu berubah menjadi amarah.
Para prajurit berdiri membentuk barisan. Berusaha menghalangi rakyat supaya tidak menerobos masuk ke dalam.
Namun jumlah rakyat terus bertambah. Mereka bahkan kewalahan
Suara teriakan saling bersahutan, dan hanya satu yang mereka katakan.
"Kami ingin melihat Putra Mahkota!"
"Yang Mulia putra mahkota harus menemui kami!"
"Kami tidak akan pulang sebelum melihat beliau!"
Beberapa menteri mencoba menenangkan keadaan.
Namun suara mereka tenggelam oleh teriakan rakyat.
Permaisuri berdiri di balik jendela aula istana.
Wajahnya pucat panik.
Tangannya mengepal pelan.
Arya berdiri di sampingnya.
"Apa Mereka sudah menyadarinya?" gumam Arya.
Permaisuri menghela napas pelan.
"Siapa yang telah menyebarkan nya?"
panglima Arkana berlutut.
"Yang Mulia... Apa kita harus sedikit memakai kekerasan? Karna mereka sama sekali tidak mau berhenti."
Permaisuri langsung menggeleng pelan, tangan keriputnya terangkat.
"Tidak." Larangnya "Aku tidak ingin setetes darah rakyat tumpah di depan istana. Karna itu akan membuat situasi semakin runyam."
Arkana kembali menegakan tubuhnya, terus menatap ke depan dengan tatapan cemas.
"Tapi ibu, apa kita…
Azura And The Lost King
mulai menyebar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments