Leonard masih memandangi gelas di tangannya.
Benda itu ringan.
Bening.
Dan dibuat dengan tingkat ketelitian yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Di Lunaventia, bahkan pengrajin terbaik sekalipun tidak mampu membuat wadah minum setransparan ini.
"Kenapa diliatin terus?" tanya Azura sinis.
Leonard mengangkat pandangannya.
"Aku sedang berpikir."
"Mikir apaan?"
"Bagaimana cara kalian membuat benda ini."
Azura memutar mata malas.
"Ck..Tinggal beli di toko."
"Kenapa? Lo mau?"
Jawaban itu justru membuat Leonard semakin bingung.
Toko?
Apa semua orang di dunia ini mampu memiliki benda semewah ini?
Jika benar, maka dunia ini jauh lebih maju dibanding kerajaannya.
Dan itu membuat dadanya sedikit sesak.
---
Sarapan berlangsung dalam suasana yang cukup tenang.
Setidaknya sampai Azura selesai makan.
Gadis itu berdiri dari kursinya sambil membawa piring kotor ke dapur.
Leonard memperhatikannya diam-diam.
Masih sulit baginya menerima cara berpakaian gadis itu.
Rok pendek.
Kemeja ketat.
Kaki terbuka.
Di Lunaventia, pakaian seperti itu bahkan tidak akan diizinkan masuk ke area istana.
Azura kembali dari dapur sambil menyampirkan tas di bahunya.
"Papi."
"Hm?"
"Nanti kalau mau ajak dia cari rumahnya, suruh dia ganti baju dulu."
Jody menatap putrinya.
"Kenapa?"
"Biar papi nggak dikira lagi bawa orang gila."
Leonard yang sedang minum langsung berhenti.
Urat di pelipisnya berkedut.
Lagi.
Dia disebut orang gila lagi.
Azura memang berhasil melakukan sesuatu yang bahkan musuh-musuhnya gagal lakukan.
Membuat Raja Lunaventia kehilangan kesabaran.
Namun sebelum Leonard sempat membalas, Azura sudah berjalan menuju cermin ruang tamu.
Ia merapikan rambutnya.
Memakai parfum.
Lalu membetulkan kerah seragamnya.
Leonard memperhatikan dengan kening berkerut.
Akhirnya ia menoleh ke arah Jody.
"Apa dia anakmu?"
Jody mengangguk.
"Hemm... dia anak pertama ku."
Leonard kembali melihat Azura.
Lalu berkata dengan serius.
"Apa kau yakin dia benar-benar pergi ke sekolah?"
Monica dan Jody langsung menoleh ber…
Azura And The Lost King
hilangnya sang raja
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments