Suara deheman berat dari Pustakawan Agung sukses membuat Steve dan Azura mengunci mulut seketika. Ruangan yang tadinya bising oleh adegan adu mulut mendadak sunyi senyap. Steve perlahan mengalihkan pandangan matanya dari sang pustakawan, menatap lekat-lekat ke arah Leon yang bersandar lemas di kursi panjang, lalu berganti menatap Daphne yang berdiri tegak dengan keanggunan seorang putri.
Merasa ada yang aneh, Steve menoleh ke arah Azura yang kini tengah mengangkat kedua alisnya tinggi-tinggi dengan ekspresi menantang yang super menyebalkan. Steve melengos kesal, memutar kepalanya ke arah lain sembari mendengus pendek. Azura yang menyadari hal itu langsung mendelikkan matanya tajam, bersiap kembali menyemburkan makian jika saja atmosfer di sekitar mereka tidak terasa begitu asing dan magis.
Leon masih terbaring lemah di atas kursi panjang dengan kelopak mata yang berkedip lambat. Melihat ketegangan dan kebingungan yang melanda kedua remaja dari dunia modern tersebut, Pustakawan Agung melangkah maju dengan gerakan tenang yang berwibawa.
"Tamu dari jauh, silakan duduk dan tenangkan diri kalian terlebih dahulu," ucap sang pustakawan, menyodorkan tangannya dengan sopan ke arah deretan kursi kayu berlapis beludru di seberang ruangan.
Steve yang tubuhnya masih terasa lemas akibat efek samping sisa lonjakan sihir biru tadi langsung menurut. Ia melangkah kaku dan menjatuhkan tubuh tegapnya di atas kursi seberang. Namun ganjilnya, Azura justru mengabaikan instruksi tersebut. Gadis berpiyama tidur merah muda itu malah melangkah cepat dan langsung duduk di atas sisa ruang kursi panjang, tepat di sebelah tubuh lunglai Pangeran Leon.
"Leon, lo gak apa-apa, kan? Sumpah, muka lo kuyu banget kayak cucian belum kering. Ada yang luka gak?" tanya Azura bertubi-tubi dengan nada suara yang dipenuhi rasa khawatir yang teramat sangat, mengabaikan fakta bahwa ada orang lain di ruangan itu.
Melihat tindakan Azura, Steve yang duduk di seberang mendadak merasakan ulu hatinya berdenyut tidak ny…
Azura And The Lost King
Takdir yang menyilang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments