Pagi harinya, keluarga Azura kembali dibuat kelimpungan atas hilangnya Leon. Jody langsung mengerahkan seluruh ajudannya untuk menyisir kota besar ini. Sementara itu, Jody sendiri memilih mencari di sepanjang pesisir pantai dengan ditemani Azura.
Azura berjalan terseok-seok, matanya sudah memerah menahan gelisah dan air mata. Mereka telah melangkah sangat jauh dari vila hingga pemandangan berganti menjadi jajaran pepohonan tinggi yang mengelilingi bibir pantai. Azura mendadak berhenti seraya memegangi lututnya. Napasnya tersengal, dan keringat membanjiri piyama tidur yang masih melekat di tubuhnya—ia terlalu panik tadi hingga langsung berlari tanpa sempat berganti pakaian.
Sambil mengatur napas, Azura menoleh pada Jody yang tertinggal jauh di belakang. Alih-alih menunggu, atensi Azura justru tersedot oleh rimbunan pepohonan lebat di sisi pantai. Tanpa pikir panjang, ia melangkah ke sana.
Jody yang melihat Azura justru mengarah ke hutan spontan terbelalak panik. Ia mempercepat langkahnya yang letih. "AZURA! JANGAN KE ARAH SANA!" teriaknya kencang.
Namun, gadis itu tidak menghiraukan. Ia justru semakin masuk menerobos semak hingga bayangannya hilang ditelan pepohonan tinggi. Jody memegangi kepalanya yang pening, menatap vegetasi hutan yang tampak gelap dan liar. "AZURA!! JANGAN LAMA-LAMA, LEON GAK MUNGKIN ADA DI SANA!"
Azura terus melangkah lebih dalam. Matanya awas meneliti sekitar yang didominasi pohon kelapa tinggi. Tiba-tiba, langkahnya terhenti saat matanya menangkap sebuah jalan setapak kecil. Ia mengernyit, memandang kedua ujung jalan tersebut yang tampak membentang sangat panjang dan sunyi.
"Kanan atau kiri, ya?" gumamnya bingung sambil mengarahkan jemari untuk menggaruk kepala. Mengikuti instingnya, Azura memantapkan kaki berjalan ke arah kanan.
Sinar matahari di hutan Bali hampir meninggi. Suara riuh burung yang bertengger di dahan-dahan terdengar seperti siulan flute dengan ritme acak yang saling bersahutan. Angin berembus pelan, menggoyang dedaunan yang…
Azura And The Lost King
pujian yang mampu menyelamatkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments