Pagi yang cerah di tahun 2026.
Semilir angin berhembus pelan, cahaya matahari belum terlalu panas.
Sekumpulan murid berseragam tengah berkumpul sambil bergosip ria di bawah pohon besar di halaman belakang sekolah.
"Iya, katanya kalau industri mereka berhenti nanti kita murid pada kelaparan" cibir Azura menggebu-gebu.
"Tapi semenjak berhenti, itu bahan pokok di pasar pada normal lagi harganya, emak gue sampe kesenengan tiap belanja" timpal Tristan.
"AAAAA!" teriak Tiffany tiba-tiba sambil melebarkan matanya menatap ponsel, membuat mereka kaget dan meliriknya. "Ra, tabok gue Ra. Gue yakin ini mimpi!" Serunya heboh, menyodorkan kepalanya pada Azura yang mendelik heran.
"APA SIH ANJENG!! NGAGETIN!"
Gavin menyentuh kening gadis itu, yang langsung di tepis dan di tatap tajam Tiffany.
"Apa sih? Lo pikir gue stress!" Deliknya sinis.
Gavin cengengesan. "Kira aja Lo kesambet sama penunggu pohon ini"
"Sembarang!!" Kata Tiffany. "Kalo gue kesurupan, orang yang pertama kali gue cekek itu elo!"
Gavin mendengus sinis. Angkasa merunduk pada ponsel Tiffany untuk melihat.
Tiffany refleks menjauhkan ponselnya menatap Angkasa tajam.
"Apaan sih? ngintip ngintip! Gak sopan!"
Angkasa melengos, mengambil kacang dan memakannya. "Lo sendiri, ngapain teriak-teriak?"
"Idih...kepo" delik nya.
Azura mendelik sinis. " Apaan sih?"
Senyum Tiffany langsung merekah. " Ka Gabriel Confes gue masa" katanya dengan senyum malu dan pipi merah.
Mereka semua melebarkan matanya. Azura langsung menaboknha kencang.
" Awhh... Apa si Ra?" Katanya kesal.
Azura semakin memajukan wajahnya tak percaya. "Lo serius? Lo gak halu lagi kan?"
Mereka semua mengangguk, membenarkan perkataan Azura.
Tiffany menunduk, menggeleng pelan dengan malu-malu.
Angkasa berdecak tak percaya. "Lo jangan halu terus, suka sama dia gak masalah. Tapi jangan sampe Lo jadi gila kayak gini karna pengen jadian sama dia" cibirnya.
Tiffany langsung memperlihatkan chat dirinya juga Gabriel pada mereka." NIH LIAT! Gue gak halu, gue emang di tembak sa…
Azura And The Lost King
pengen juga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments