Kegelapan di dalam gua itu seolah menjadi mahluk hidup yang menelan habis sisa udara. Dingin, lembap, dan mati. Orang-orang yang menculiknya baru saja pergi, mematikan seluruh obor yang menjadi satu-satunya sumber cahaya, meninggalkan Leon dalam kesunyian yang mencekik.
Namun, Leon tidak menyerah pada kegelapan. Di tengah keheningan, napasnya diatur sehalus mungkin, sementara jemarinya bergerak tak kenal lelah, meraba, memilin, dan melonggarkan ikatan tali yang melilit pergelangan tangannya. Kulitnya perih tergesek simpul mati yang kasar, tetapi ia terus memaksa.
Sret!
Berhasil. Tali itu melonggar dan terlepas. Tanpa membuang sedetik pun, Leon bergerak cepat menarik lakban hitam yang membekap mulutnya.
"Sshh..." Pemuda itu mendesis pelan saat perekat kuat itu mengelupas kulit bibirnya.
Sambil menahan perih, jemarinya bergerak turun, dengan cekatan membuka lilitan tali di kakinya. Begitu semua belenggu terlepas, Leon langsung beranjak berdiri. Tubuhnya agak limbung ia terpaksa memegangi tengkuknya yang terasa kaku dan berdenyut nyeri akibat hantaman sebelumnya.
Sepasang mata birunya yang sehangat langit kini berubah menjadi sedingin es. Tajam dan awas, membelah kegelapan gua. Tanpa alas kaki, Leon melangkah maju. Rasa sakit seketika menusuk saat telapak kakinya menginjak sebutir kerikil kecil yang runcing hingga berdarah. Pemuda itu bahkan tidak berkedip. Ia hanya meliriknya sekilas dengan dingin, lalu meraba-raba dinding batu yang basah sebagai tumpuan untuk mencari jalan keluar.
Prok... prok... prok...
Gema tepukan tangan yang ritmis memotong kesunyian, membuat bulu kuduk berdiri. Leon tersentak. Seluruh otot tubuhnya seketika menegang. Ia langsung menoleh ke arah sumber suara.
'Sial, bajingan-bajingan itu kembali.'
Leon mengeraskan rahangnya begitu kuat hingga persendiannya berderit. Dadanya bergemuruh oleh amarah yang membuncah, namun ia memaksa seluruh emosi itu turun ke dasar kesadarannya. Ia tidak boleh meledak sekarang. Belum saatnya.
Cahaya dari obor-obor ya…
Azura And The Lost King
Rahasia yang tersembunyi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments