(Flashback On)
Malam itu, jagat raya seolah mengamuk menyambut kelahiran sang penerus takhta. Hujan lebat turun menghujam bumi tanpa ampun, beriringan dengan gemuruh petir yang saling bersahutan membelah langit malam. Di luar istana, pohon-pohon raksasa meliuk ekstrem, berguncang hebat akibat terpaan angin badai yang berembus beringas.
Hembusan angin yang menyelinap lewat celah-celah dinding menerbangkan jejeran tirai merah tipis yang tergantung menghiasi setiap jendela di dalam kamar megah itu. Di ujung ranjang, seorang wanita tua dengan jubah tabibnya duduk bersila. Wajahnya begitu tenang, kontras dengan atmosfer mencekam di dalam ruangan.
Di atas ranjang besar, Ratu Elvaria tengah bertaruh nyawa. Seluruh tubuhnya telah bermandikan keringat dingin yang mengalir deras, membasahi helai demi helai rambutnya yang menempel di pelipis. Kedua tangannya meremas ujung bantal di sisi kanan dan kirinya dengan begitu erat, menyalurkan tekanan luar biasa yang sedang mengoyak tubuh bagian bawahnya. Buku-buku jarinya memutih, dan kain bantal itu tampak nyaris robek akibat cengkeramannya.
Wajah Elvaria menyengit dalam dengan sepasang kelopak mata yang terpejam rapat. Kepala indahnya mendongak ke atas, sementara rahangnya mengatup begitu keras hingga giginya berkerit. Napasnya memburu berantakan. Mengumpulkan seluruh sisa tenaga di ambang kesadarannya, wanita itu menarik napas sedalam mungkin, sebelum akhirnya rongga dadanya naik dan sebuah jeritan melengking lolos memecah keheningan kamar.
"AAAAAAA.....!"
Sesaat setelah lengkingan itu memudar, sebuah suara baru yang melengking tinggi mengudara, menyahut gemuruh badai di luar.
"Oeq... oeq... oeq... oeq..."
Mendengar suara itu, seulas senyum bahagia seketika terbit di bibir Elvaria yang pucat pasi dan pecah-pecah. Dengan tatapan sayu yang nyaris kehilangan cahaya, matanya melirik ke arah tabib wanita yang kini dengan cekatan mengangkat sosok mungil merah itu untuk dibersihkan.
"Apa... jenis kelamin bayiku...?" tanya Elvaria dengan…
Azura And The Lost King
misteri malam kelahiran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments