Suasana pagi ini cukup dingin. Langit yang biasanya cerah kini tampak mendung kelabu, menutup pancaran sinar matahari yang hendak turun ke bumi.
Rafael duduk menunduk di sofa ruang tamu rumah Azura. Seragam sekolahnya sudah melekat rapi dan bersih di tubuhnya.
Terdengar suara langkah kaki yang mendekat dari arah tangga. Rafael mendongak, mendapati Azura yang tengah berjalan pelan ke arahnya. Senyum tipis langsung terbit di bibir pemuda itu.
Azura mendudukkan dirinya di seberang Rafael. Dengan senyuman yang terkesan kaku, ia menatap ke arah Rafael. "Kakak ngapain ke sini?"
"Aku tadinya mau jemput kamu. Kok kamu belum siap-siap?"Azura mengulum bibir bawahnya, tangan kanannya menggaruk alisnya yang tidak gatal karena bingung.
Di satu sisi, hatinya tentu senang karena Rafael repot-repot datang menjemputnya. Namun, di sisi lain ia sudah terlanjur berjanji pada dirinya sendiri untuk menemani Leon yang sedang sakit seharian ini.
"Eung... Aku lagi kurang enak badan, Kak. Kayaknya hari ini aku nggak masuk sekolah dulu deh," dalih Azura dengan senyuman meringis kaku.
Rafael sedikit melebarkan matanya terkejut. "Kamu sakit? Pasti gara-gara kemarin pulangnya kemalaman, ya?"
Azura mengangguk kaku. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dengan tubuh yang sengaja dibuat lunglai.
"Iya, Kak. Aku masuk angin kayaknya," dustanya seraya memejamkan mata, berpura-pura lemas.
Rafael beranjak dari tempat duduknya mendekati Azura, lalu duduk di sebelah gadis itu tanpa permisi. Azura yang mendapati pergerakan tiba-tiba itu langsung tersentak kaget. Wajahnya seketika gugup saat membuka sedikit kelopak matanya.
Tanpa aba-aba, Rafael menempelkan telapak tangannya ke dahi gadis itu. Alisnya berkerut rapat ketika mendapati kening Azura sama sekali tidak terasa panas.
"Tapi kamu nggak demam," gumam Rafael pelan.
Azura yang mendengar gumaman samar itu langsung melotot panik. Ia buru-buru membuang mukanya ke arah lain agar tidak ketahuan berbohong.
"Aku... tadi sudah minum obat! Jadi panas…
Azura And The Lost King
usiran halus dan ambisi Zerana.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments