Leon langsung terduduk dari tidurnya.
Memegangi detak jantungnya yang cepat.
"Dhapne?"
Bisiknya pelan dengan tatapan nyalang.
Setelah sarapan tadi, Jody menyuruhnya untuk kembali istirahat sebelum mereka mencari rumahnya.
Leon bangkit.
Dia merasa berat dengan jubahnya.
Dengan enggan membukanya, dan menyimpannya di kasur.
Untuk apa dia memakai jubah ini? Jika mahkotanya saja sudah hilang!
Leonard berjalan ke luar, dia memegangi handel pintu dan menariknya.
Satu tarikan.
Pintu tidak terbuka.
Dua tarikan.
Masih belum terbuka.
Tak ada pilihan.
Dor. Dor. Dor!
Leonard menggedor pintu dengan keras.
"Siapapun di luar? Buka pintunya!"
Tidak ada yang menyahut.
Dia berjalan ke arah jendela, jendela itu memakai lapisan transparan seperti gelas tadi.
Leonard penasaran, dia memegangi kaca tersebut.
Tuk tuk.
Keras dan kuat.
Tok. Tok. Tok
Dia mengetuk kaca, dengan rasa ingin tau yang besar.
Baru sadar, barang-barang di rumah yang dia tempati ternyata banyak yang aneh.
Dia berjalan ke arah lemari.
Menatap pantulan dirinya di depan cermin yang sangat bening.
Bahkan pori-pori kecil di pipinya sampai terlihat.
Dia kira, cermin seorang raja adalah yang paling jernih.
Tapi yang dia lihat sekarang, sangatlah jernih.
'apa yang mereka gunakan untuk membuat benda unik seperti ini?'
Batinnya bertanya-tanya.
Dia juga mendongakkan kepalanya pada lampu yang menggantung di plafon.
Matanya sedikit menyipit.
'apa itu sebuah lentera? Tapi mengapa sangat terang?'
Dia juga melihat lantai yang di pijaknya.
Dia merunduk untuk menyentuh lantai marmer tersebut.
Lantai itu seperti lapisan danau yang membeku.
Dingin tapi! Tidak terlalu licin.
Warnanya yang putih corak hitam panjang seperti ular, membuatnya kembali takjub.
'apakah penghuni rumah ini semuanya seorang ilmuwan? Mereka sangat ajaib membangun perabotan yang begitu indah'
'Lihatlah dinding ini, banyak sekali gambar(Walpaper bunga di bagian bawah) yang sama namun indah.'
Cklek...
Dia melihat handel pintu yang mengarah ke bawah, sege…
Azura And The Lost King
Raja yang tak bisa mandi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments