Nico berjalan dengan langkah berat menuju kamar Jia, amarahnya mendidih di dalam dada. Pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan, tapi yang paling membuatnya geram adalah satu hal—Jia pasti terlibat dalam hilangnya ibunya. Tidak mungkin ini hanya kebetulan.
Saat ia mendorong pintu kamar, Jia sedang duduk di tepi ranjang, ekspresinya datar, seolah menanti sesuatu. Namun, begitu matanya bertemu dengan tatapan penuh kemarahan dari Nico, Jia bisa merasakan hawa bahaya yang menyelimuti ruangan itu.
Nico berhenti di ambang pintu, kedua tangannya mengepal kuat. "Kau tahu sesuatu, bukan?" suaranya rendah, tetapi penuh tekanan.
Jia mengangkat bahu dengan ekspresi polos. "Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, Nico."
Nico mendekat, kini hanya beberapa langkah darinya. "Jangan pura-pura bodoh, Jia. Aku yakin kau ada hubungannya dengan ini."
Jia menatapnya dengan bingung, kepalanya sedikit dimiringkan. "Aku benar-benar tidak tahu apa yang kau maksud."
Keheningan mengisi ruangan untuk beberapa detik. Pikiran Nico mulai berputar, menyusun potongan-potongan yang ada. Jika benar Jia tidak punya kuasa untuk melakukan ini sendiri, maka pasti ada seseorang di belakangnya yang cukup berani dan mampu melakukannya. Perlahan, sebuah nama terlintas di benaknya—kekasih Jia. Sosok yang selama ini mengganggunya, yang mungkin menjadi dalang dari semua ini.
Senyum tipis muncul di bibirnya, tapi itu bukan senyum yang ramah. "Jadi ini ulahnya, ya? Kekasihmu yang dulu itu? Aku seharusnya sudah menyingkirkannya sejak awal."
Jia tetap mempertahankan ekspresi datarnya, tetapi dalam hatinya, ia tahu siapa yang dimaksud Nico. Ia tidak boleh menunjukkan reaksi apa pun.
"Aku bahkan tidak tahu siapa yang kau maksud," jawabnya santai. "Lagipula, kau terlalu banyak menuduh tanpa bukti."
Nico terkekeh sinis, lalu berbalik, berjalan mondar-mandir di dalam kamar itu seolah sedang berpikir keras. "Kau bisa terus bermain peran, Jia. Tapi aku tidak bodoh. Ada seseorang yang membantumu. Seseorang yang cukup ber…
Still Holding On
Ep. 62
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments
laelatul qomar
semangat up nya kak..
2025-03-02
1