Pikiran Fang Er kembali ke malam itu—malam di mana awal mula kehancuran hidupnya. Ingatan tentang tatapan dingin Nico, genggaman kasar, serta rasa takut yang membekas masih menghantuinya. Dia tidak pernah punya pilihan, dan kini, akibat dari malam itu, dia terjebak dalam peran yang tidak pernah dia inginkan: menjadi ibu dari anak pria yang bahkan tidak mengakuinya.
Kilasan memori itu datang seperti bayangan gelap, menghantamnya saat dia sedang berada di titik terlemah. Dia merasa semakin kehilangan dirinya sendiri, seolah tidak ada jalan keluar dari penderitaan yang bertubi-tubi.
"FANG ER!!"
Fang Er tersentak saat suara tegas Xue Hua memanggil namanya dengan kuat. Seketika, pikirannya yang terperangkap dalam bayangan masa lalu itu buyar. Dia menoleh, menatap Xue Hua yang berdiri di depannya dengan sorot tajam namun juga penuh kekhawatiran.
Sesuatu di dalam dirinya runtuh begitu saja. Tanpa bisa dikendalikan, air mata mulai mengalir, deras, tanpa suara. Dia tidak menangis dengan terisak—hanya air mata yang terus jatuh, seakan semua emosi yang selama ini dia pendam akhirnya menemukan celah untuk keluar.
Xue Hua menghela napas, lalu duduk di sampingnya, menatapnya lekat. Ada kemarahan, ada ketegasan, tapi yang lebih besar dari itu adalah kepedulian yang tersirat di matanya.
“Kamu tidak bisa terus begini, Fang Er,” suara Xue Hua lebih lembut kali ini, namun tetap tak terbantahkan.
Fang Er menggigit bibirnya, menunduk, mencoba menahan gejolak di dadanya. Tapi usahanya sia-sia. Semuanya terasa terlalu berat. Dia ingin berbicara, ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata yang keluar.
Xue Hua menunggu. Tidak terburu-buru, tidak memaksa. Dia tahu, Fang Er butuh waktu.
"Ada apa denganmu, Fang Er? Jika kamu membutuhkan teman cerita, bukankah kamu memiliki aku? Jika kamu merasa lelah, kamu bisa memberitahuku. Tidak perlu memaksakan dirimu," bisik Xue Hua pelan dan lembut.
Fang Er masih terisak, memeluk Xue Hua layaknya ibu kandungnya.
"A...Aku capek..." isaknya pelan. "Aku…
Still Holding On
Ep. 84
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments