Di dalam ruang pertemuan yang elegan, seorang pria paruh baya dengan jas rapi menyodorkan sebuah map dokumen ke arah Frey. Tatapannya profesional, tapi ada sedikit kelegaan di sana—seolah dia tahu betapa pentingnya dokumen ini bagi kliennya.
"Semua sudah selesai, Tuan Ye," ucap pengacara itu. "Surat gugatan cerai Nona Jia sudah difinalisasi. Tinggal menunggu Nico untuk menandatanganinya."
Frey mengambil dokumen itu dengan gerakan tenang, namun matanya berbinar dengan kepuasan yang sulit disembunyikan. Jemarinya menyentuh tepi kertas, seolah ingin memastikan bahwa ini nyata—bahwa ini adalah langkah besar menuju kebebasan Jia.
"Bagus," katanya dengan suara rendah namun penuh kemenangan. "Saya akan mengurus sisanya."
Pengacara itu mengangguk sopan sebelum meninggalkan ruangan. Frey menatap dokumen itu sejenak, lalu menyelipkannya ke dalam jasnya sebelum bergegas keluar. Ada seseorang yang harus segera dia temui.
---
Rumahnya terasa lebih hangat sejak kehadiran Jia. Rumah yang biasanya hampa setiap kali Frey pulang, sekarang terasa begitu berbeda. Bagi Jia sendiri, tempat ini membawa ketenangan yang tak bisa dibeli dengan uang.
Saat Frey masuk, aroma teh melati menyambutnya. Di ruang tamu, Jia duduk di dekat jendela, mengenakan sweater lembut dan celana santai. Wajahnya tampak lebih damai dibanding hari-hari sebelumnya, meskipun masih ada jejak kehati-hatian dalam matanya.
Jia menoleh begitu mendengar suara langkah kaki Frey. "Kau pulang lebih cepat hari ini," katanya dengan nada lembut.
Frey tersenyum kecil, melepaskan jasnya dan berjalan mendekat. "Aku tidak ingin membuatmu menunggu terlalu lama."
Jia tertawa kecil. "Aku tidak menunggumu," sahutnya, meskipun rona merah di pipinya sedikit mengkhianati kata-katanya.
Frey duduk di sampingnya, menyandarkan tubuhnya dengan santai di sofa. Matanya menatap Jia dengan lembut, penuh ketulusan yang selalu berhasil membuat Jia merasa sedikit kehilangan kendali.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Frey, tangannya terulur untuk…
Still Holding On
Ep. 85
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments