Sudah dua hari sejak Jia pergi dari rumah, dan dalam dua hari itu, emosi Nico meledak-ledak tanpa henti. Semua orang di sekelilingnya terkena imbasnya—anak buahnya, asistennya, bahkan orang-orang yang tidak bersalah sekalipun. Namun, di antara mereka, Wan adalah yang paling merasakan amarah Nico secara langsung.
Wan berdiri kaku di hadapan Nico, kepalanya tertunduk dengan rahang yang mengatup rapat. Wajahnya yang biasanya dingin kini tampak tegang. Keringat mulai merembes di pelipisnya, tapi ia tetap bertahan, menunggu ledakan kemarahan yang tak terelakkan.
“Bagaimana kau bisa seceroboh ini?!” suara Nico menggelegar, tangannya menghantam meja hingga benda-benda di atasnya bergetar hebat. “Aku menyuruhmu menjaga Jia dengan ketat! Dengan ketat, Wan! Tapi kau malah membiarkannya kabur!”
Wan menarik napas panjang, berusaha menahan diri. Ia tahu jika ia berbicara tanpa berpikir, itu hanya akan membuatnya semakin dalam masalah. Tapi, ia juga tidak bisa diam saja.
“Tuan, aku tidak melalaikan tugas,” katanya dengan suara rendah namun tetap tegas. “Hari itu, aku terpaksa pergi ke lokasi ledakan. Itu adalah wilayah yang menjadi tanggung jawabku, dan aku harus mengurusnya sendiri.”
Mata Nico menyipit tajam. “Dan kau pikir itu lebih penting daripada memastikan Jia tetap di sini?”
Wan mengepalkan tangannya. “Saat aku pergi, Jia masih di dalam rumah, dikawal orang-orang kita. Aku tidak pernah menyangka bahwa dia akan nekat kabur.”
“Tidak menyangka?” Nico tertawa sinis, matanya penuh amarah. “Jia bukan gadis bodoh, Wan. Dia akan selalu mencari celah untuk lari dariku, dan kau memberinya kesempatan itu di atas piring emas!”
Wan tetap diam, membiarkan Nico meluapkan kemarahannya. Ia tidak ingin mencari alasan lebih jauh. Ia tahu dirinya bersalah, tapi ia juga tahu bahwa kondisi di lapangan tidak bisa diprediksi.
“Apa kau tahu apa akibatnya?” Nico melanjutkan, suaranya lebih rendah namun jauh lebih berbahaya. “Dua hari. Dua hari dia sudah berada di luar sana. Dan aku bahkan tidak tah…
Still Holding On
Ep. 73
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments