Fang Er duduk di tepi ranjang dengan tubuh lunglai, tatapannya kosong menembus jendela besar di kamarnya. Di luar, langit sore mulai meredup, namun dia tidak peduli. Suara tangisan anaknya memenuhi ruangan, nyaring dan memilukan, tapi Fang Er tetap diam, tidak beranjak.
Dia tidak tahu berapa lama sudah duduk di sana, membiarkan suara itu menggema tanpa respons. Tangannya lemah di pangkuannya, pikirannya melayang tanpa arah. Lelah. Itulah yang dia rasakan. Bukan sekadar lelah fisik karena kurang tidur, tapi lelah secara emosional—terjebak dalam permainan yang tidak pernah dia minta.
Sejak bayi itu lahir, Nico belum sekalipun datang untuk melihatnya. Tidak ada kata selamat, tidak ada tatapan bangga, bahkan sekadar kunjungan pun tidak. Seolah keberadaan mereka tidak berarti.
Fang Er menghela napas panjang. Sekuat apa pun dia mencoba menyangkal, kenyataan tetap menamparnya dengan kejam—Nico tidak pernah menginginkannya, tidak pernah menginginkan anak mereka. Dan kini, dia mulai kehilangan dirinya sendiri.
---
Xue Hua berjalan cepat melewati lorong rumah besar itu, hatinya berdebar tak tenang. Suara tangisan cucunya begitu kuat, menusuk telinganya, memaksanya mempercepat langkah. Pintu kamar Fang Er terbuka sedikit, dan saat dia mendorongnya lebih lebar, pemandangan di dalam membuatnya menahan napas.
Fang Er duduk diam di tepi ranjang, tubuhnya membungkuk sedikit, matanya kosong menatap jendela seolah pikirannya berada di tempat yang jauh. Sementara itu, bayi kecil di dalam baby box menangis tanpa henti, wajahnya memerah karena kelelahan.
Tanpa berpikir panjang, Xue Hua segera menghampiri cucunya, mengangkatnya ke dalam pelukannya, mencoba menenangkannya dengan suara lembut. Tapi tangis bayi itu masih belum mereda, seakan dia tahu bahwa ibunya tidak lagi ada untuknya—setidaknya secara emosional.
Xue Hua menoleh ke arah Fang Er dan mengerutkan kening.
"Fang Er!! Apa yang kamu lakukan?"
Tidak ada jawaban. Fang Er tetap diam, tidak bereaksi sedikit pun.
Xue Hua merasa dadan…
Still Holding On
Ep. 83
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments