Clak.
Pistol itu jatuh menghantam tanah berlumur darah, mengeluarkan suara nyaring yang mengiris keheningan malam. Percikan darah menyusul, mengalir membentuk pola acak di atas tanah yang dingin dan keras. Dalam sepersekian detik, dunia seolah berhenti.
Frey membeku. Matanya terpaku pada tubuh Nico yang limbung, dan untuk sekejap, hanya ada satu pikiran di kepalanya: Dia menembak dirinya sendiri.
Namun suara langkah tergesa dan teriakan tegas dari belakang memecah ilusi itu.
“Jangan bergerak!”
Terlambat. Tembakan sudah terlepas. Tapi bukan dari pistol Nico.
Seorang petugas berseragam mendekat dengan senjata masih terarah, napasnya berat. Di belakangnya, beberapa anggota polisi lainnya menyebar, mengambil posisi dengan siaga.
Frey menoleh dengan kaget, saat melihat salah satu petugas mendekati Nico yang kini terduduk dengan tangan gemetar, darah menetes dari lengan kanannya. Bukan dari kepala seperti yang sempat ia bayangkan. Luka itu—bukan dari dirinya sendiri.
“Target berhasil dilumpuhkan. Luka ringan di lengan kanan, peluru mengenai senjata,” lapor salah satu petugas kepada atasannya yang baru tiba.
Nico mengerang pelan, menggenggam lengannya yang berlumur darah, napasnya memburu. Matanya tetap tertuju pada Jia, seolah luka di tubuhnya tidak ada artinya dibanding luka yang tak kasat mata di dadanya.
Nico tidak melawan. Tidak berteriak. Tidak mencoba kabur. Ia hanya berdiri diam, dengan darah yang masih menetes dari lengannya. Tubuhnya goyah, perlahan mencoba berdiri. Matanya—mata itu—tidak pernah berpaling dari satu titik: Jia.
Semua suara di sekelilingnya berubah jadi dengungan jauh. Perintah polisi, langkah sepatu berlari, dentingan logam ketika pistolnya diamankan—semuanya seperti tak menyentuh kesadarannya.
“Letakkan tanganmu di belakang kepala!”
“Nico Tan, Anda dalam penahanan—!”
Nico bahkan tidak mendengar.
Di seberangnya, beberapa paramedis berlutut di sisi Jia. Mereka bekerja cepat. Tangan-tangan bersarung putih itu berusaha menghentikan pendarahan, memeri…
Still Holding On
Ep. 107
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments