Di dalam kamar kerjanya yang berantakan, Nico duduk di kursinya dengan napas berat. Surat cerai di tangannya terasa seperti bara panas yang siap membakar egonya kapan saja. Ini bukan sekadar dokumen hukum—ini adalah bukti bahwa Jia semakin jauh dari genggamannya.
Dia meremas kertas itu dengan erat. Kepalanya terasa berdenyut keras.
Ponselnya yang tergeletak di atas meja tiba-tiba bergetar. Dengan gerakan cepat dan kasar, dia meraihnya, melihat nama yang tertera di layar.
"Wan," gumamnya sebelum menekan tombol jawab.
"Bagaimana perkembangannya?" tanyanya langsung, suaranya tajam.
Di seberang, suara Wan terdengar hati-hati. "Kami masih dalam pencarian, Tuan. Tidak mudah menemukan keberadaan ibu Nona Jia, terutama dengan semua langkah pengamanan yang telah mereka siapkan. Tapi kami masih berusaha."
Nico menggeram pelan. "Berusaha? Sudah berbulan-bulan, Wan! Kau pikir aku punya waktu sebanyak itu?!"
Wan menarik napas dalam sebelum akhirnya berbicara lagi. "Tuan, saya mengerti bahwa ini penting bagi Anda, tetapi ada hal lain yang juga perlu perhatian Anda."
Dahi Nico berkerut. "Apa maksudmu?"
"Tuan, transaksi pengiriman terakhir kita mengalami hambatan. Jalur distribusi kita sudah dipotong di beberapa titik, dan sampai sekarang belum ada kejelasan bagaimana kita bisa melanjutkan operasi tanpa gangguan."
Nico menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan kasar. Matanya menyipit. "Kau mencoba mengalihkan perhatianku, Wan?"
"Tidak, Tuan," sahut Wan cepat. "Tapi saya hanya ingin mengingatkan bahwa bisnis kita—segala yang telah Anda bangun—sedang dalam ancaman. Jika Anda terus terobsesi dengan Nona Jia sementara semuanya berantakan, kita akan kehilangan lebih dari sekadar seorang wanita."
Nico terdiam sesaat. Rahangnya mengeras, giginya menggertak. Dia tahu Wan benar. Semua hal yang telah dia bangun perlahan runtuh, tapi tetap saja… tetap saja, Jia lebih dari sekadar seorang wanita baginya.
"Kau pikir aku tidak tahu itu?" ucapnya dingin. "Aku akan menyelesaikan semuanya. Jangan mengu…
Still Holding On
Ep. 86
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments