Nico menatap Jia dengan tatapan liar, seolah sudah tak sabar untuk mengklaimnya sepenuhnya. Dia melangkah mendekat, napasnya tetap teratur, senyum itu masih bertahan di bibirnya.
"Jangan mendekat!" Jia memperingatkan, suaranya bergetar, tapi genggamannya pada gagang pisau tetap erat.
Namun, Nico hanya tertawa. "Pisau sekecil itu?" nada suaranya terdengar meremehkan. "Kau pikir itu bisa menakutiku?"
Jia memundurkan langkahnya, punggungnya hampir menyentuh dinding. Jantungnya berdebar kencang, bukan karena takut, tetapi karena kebencian yang membara di dalam dirinya. Dengan tangannya yang bebas, dia meraba liontin di lehernya, menekan bagian tersembunyi yang telah dia siapkan sejak lama.
"Aku tidak bercanda, Nico!" Jia mengangkat pisau, mengarahkannya tepat ke dada pria itu. Namun, langkah Nico tetap mantap.
"Sudah cukup, sayang," suaranya terdengar lembut, nyaris seperti bisikan menggoda. "Kau tahu ini tidak ada gunanya. Aku akan tetap mendapatkanmu."
Jia bisa mencium samar aroma alkohol yang bercampur dengan parfum maskulin Nico. Dia tahu, melawan dengan kekuatan fisik saja tidak akan cukup. Tapi ada satu hal yang bisa membuat pria ini terhenti.
Dengan cepat, sebelum Nico sempat merespons, Jia mengubah arah pisaunya. Dari yang semula mengarah ke dada pria itu—kini menempel di lehernya sendiri.
Nico langsung berhenti.
Senyum di wajahnya menghilang.
Mata hitamnya membesar, menatap pisau yang nyaris menusuk pembuluh nadi Jia.
"Kau..." suaranya tercekat, untuk pertama kalinya terdengar ragu. "Apa yang kau lakukan, Jia?"
"Kamu benar, seharusnya pisau ini bukan untukmu. Melainkan untukku!! Dengan kematianku, kamu pasti akan puas, bukan?!" pekik Jia.
"Berhenti!!"
"Kau pikir aku takut mati, Nico?" Jia menatapnya dengan penuh kebencian. "Kau salah besar. Aku lebih baik mati... daripada menjadi milikmu."
Keheningan yang mencekam memenuhi ruangan.
Nico terpaku, pikirannya tampak bekerja keras mencari jalan keluar. Jika Jia benar-benar melakukannya... dia akan kehilangan Jia.
U…
Still Holding On
Ep. 104
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments