Lorong rumah sakit dipenuhi langkah tergesa. Perawat dan dokter berseliweran, suara sepatu mereka bergema di lantai dingin, bercampur dengan panggilan cepat dari pengeras suara.
“Pasien kritis di ruang darurat satu!” “Persiapkan O.R sekarang!”
Frey berdiri di luar ruang operasi, masih mengenakan jaket yang ternoda darah. Matanya kosong, wajahnya pasi. Li Mei berdiri tak jauh darinya, memeluk tubuh Frey yang gemetar, mencoba memberi kekuatan yang bahkan dirinya sendiri tidak miliki.
Pintu ruang operasi tertutup rapat. Lampu merah menyala. Waktu berjalan seperti siksaan. Detik menjadi menit, menit terasa seperti jam. Tak satu pun dari mereka bicara.
Tiba-tiba—lampu padam.
Seorang dokter keluar. Masker masih menutupi wajahnya, tapi matanya jelas menggambarkan kelelahan… dan keputusasaan. Dokter hanya menggelengkan kepalanya.
Frey hanya menatapnya, tidak berkata sepatah kata pun. Seolah semesta runtuh dalam sekejap, dunia Frey terhempas ke dasar kehampaan.
Tak ada tangis. Tak ada teriakan.
Hanya suara bipppppppppppppp… panjang dan menusuk.
Garis lurus pada monitor.
Beberapa Hari Kemudian – Penjara Kota
Langkah sepatu Frey bergema di koridor penjara. Setelan hitam membalut tubuhnya dengan sempurna, namun wajahnya tak bisa menyembunyikan luka. Rambutnya disisir rapi ke belakang, namun mata itu—mata yang dulu tajam dan penuh rencana—kini hanya menyisakan satu hal: duka.
Seorang sipir membukakan pintu sel tahanan, mempertemukannya dengan Nico yang duduk di balik meja interogasi, tangan diborgol, tubuhnya tampak lebih kurus dari sebelumnya.
Begitu melihat Frey dengan pakaian hitamnya, Nico langsung berdiri membeku, detak jantungnya berdetak cepat. “Jia. Di mana dia?” suaranya serak.
Frey menatapnya tajam, lalu duduk tanpa menjawab.
“Jawab aku!” Nico menggertak, tapi suaranya pecah. Putus asa.
Frey perlahan mengeluarkan sesuatu dari saku—selembar foto pemakaman Jia, foto Jia terpampang manis dengan banyaknya bunga yang menghiasi di belakangnya.
“Dia tidak selamat.”
Nico mena…
Still Holding On
Ep. 108
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments
Intan Risma Wandy
piye iki thorrrr xo di pateni jia
2025-05-12
0