Suasana di kafe itu masih sama seperti dulu. Aroma kopi bercampur dengan samar-samar wangi vanilla dari lilin aromaterapi di setiap meja. Xue Hua menyesap tehnya pelan, matanya mengamati sosok yang baru saja duduk di depannya. Li Mei tampak sedikit lebih lelah dari terakhir kali mereka bertemu, tetapi senyumnya tetap sama—tenang, penuh perhitungan.
“Sudah berapa lama sejak terakhir kita bertemu?” Xue Hua membuka percakapan, nada suaranya ringan.
“Ulang tahun Frey waktu itu.” Li Mei tersenyum tipis, menyandarkan tubuhnya. “Rasanya baru kemarin kita masih sibuk menyiapkan pesta, dan sekarang… waktu berlalu begitu cepat.”
Xue Hua mengangguk, sedikit termenung. “Ya… anak-anak kita tumbuh lebih cepat dari yang kita kira.”
Sejenak, percakapan mereka mengalir dalam nostalgia—tentang kenakalan masa kecil Frey, tentang bagaimana mereka dulu sering berbagi cerita tentang anak-anak mereka sambil menikmati teh sore.
Namun, perlahan, kehangatan itu mulai bergeser. Xue Hua meletakkan cangkirnya dan menatap Li Mei lebih serius.
“Aku ingin bicara tentang sesuatu yang penting,” katanya akhirnya.
Li Mei mengaduk kopinya dengan tenang, lalu menatap Xue Hua dengan ekspresi penuh minat. “Oh? Apa yang ingin kau bahas?” tanyanya, seolah benar-benar tidak tahu arah pembicaraan ini.
Xue Hua menatapnya lekat-lekat. “Ini tentang Jia.”
Li Mei mengangkat alis sedikit sebelum tersenyum samar. “Jia?” ulangnya, berpura-pura heran. “Istri Nico? Ada apa dengannya? Dan… kenapa kau ingin membahasnya denganku?”
Xue Hua mengetukkan jarinya ke cangkir teh, rahangnya sedikit menegang. Dia tahu betul Li Mei bukan orang bodoh. Tidak mungkin sahabatnya ini benar-benar tidak mengerti ke mana arah pembicaraan ini.
“Jangan pura-pura tidak tahu, Li Mei,” ujar Xue Hua, nada suaranya terdengar lebih ketus dari sebelumnya.
Li Mei masih mempertahankan ekspresi netralnya. “Aku benar-benar tidak mengerti maksudmu,” katanya santai.
Xue Hua menyipitkan mata. “Apa kau sungguh tidak tahu… atau kau hanya berpura-pura buta…
Still Holding On
Ep. 78
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments