Di dalam rumah keluarga Tan, Xue Hua duduk di ruang tamu dengan secangkir teh di tangannya. Suasana rumah terasa hening, berbeda dari biasanya. Bukan karena ketenangan, melainkan karena kelelahan yang mengendap di dalam dirinya.
Nico selalu menjadi anak yang sulit, dan Xue Hua yang sudah berulang kali mencoba menasihatinya. Tapi.. sekarang Dia sudah lelah. Tidak ada lagi kata-kata yang bisa membuat Nico berubah jika dia sendiri tidak mau.
Jadi, Xue Hua memilih diam.
Ia lebih memilih menghabiskan waktunya dengan Fang Er dan cucunya. Fang Er sendiri kini sudah jauh lebih baik, tidak lagi tampak seperti wanita yang terus-menerus terjebak dalam harapan palsu terhadap Nico. Baginya, memiliki anaknya sudah cukup. Dan Xue Hua… entah sejak kapan, ia mulai merasa lebih nyaman berada di sisi Fang Er dan cucunya dibandingkan harus terus mengkhawatirkan Nico.
Di kamar bayi, Xue Hua duduk di kursi sambil mengayun perlahan tempat tidur cucunya. Fang Er ada di sampingnya, memandang putranya dengan senyum lembut.
"Kau tidak ingin tidur?" tanya Xue Hua.
Fang Er menggeleng. "Tidak. Aku ingin tetap di sini."
Xue Hua menghela napas pelan. "Kau tidak menyesal?"
Fang Er menoleh padanya. "Menyesal untuk apa?"
"Untuk semua waktu yang kau habiskan bersama Nico. Untuk semua yang telah terjadi. "
Fang Er terdiam sejenak sebelum tersenyum kecil. "Aku menyesali banyak hal, Tante. Tapi jika aku tidak melewati semua itu, aku tidak akan memiliki anakku. Jadi, jika kau bertanya apakah aku menyesal? Tidak. Aku hanya belajar."
Xue Hua menatapnya lama. Fang Er bukan lagi gadis yang dulu. Wanita itu telah tumbuh dan menemukan sesuatu yang lebih penting daripada Nico—anaknya sendiri.
Dan Xue Hua? Dia juga merasa harus membuat pilihan. Jika Nico tidak bisa diselamatkan, maka dia tidak akan memaksakan dirinya lagi.
Sekarang, dia hanya ingin menikmati waktunya dengan cucunya.
Konferensi Pers yang Dinanti
Jia berdiri di balik tirai ruang konferensi, jari-jarinya mencengkeram erat kain jubahnya. Wajahnya t…
Still Holding On
Ep. 100
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments