Nico berjalan mondar-mandir di ruang kerjanya, pikirannya dipenuhi kekacauan. Sudah berjam-jam ia mencari tahu siapa yang berani mengambil ibu Jia, tetapi tidak ada petunjuk yang bisa ia temukan. Anak buahnya tidak memberikan jawaban memuaskan, dan itu membuatnya semakin frustrasi.
Dengan langkah berat, ia keluar dari ruang kerja dan menuju kamar Jia. Rahangnya mengatup rapat, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Kali ini, ia akan mendapatkan jawaban.
Tanpa mengetuk, Nico membuka pintu dengan kasar. Jia yang sedang duduk di tepi ranjang langsung mengangkat kepala, tatapannya dingin tetapi tenang. Namun, ia tahu betul bahwa tatapan Nico penuh kemarahan.
"Di mana dia?" suara Nico rendah, tetapi ada ancaman di baliknya.
Jia mengangkat alis. "Siapa?"
Nico mendekat, matanya menyala penuh amarah. "Jangan pura-pura bodoh, Jia. Kamu tahu jika ibumu hilang, bukan?!"
Jia berpura-pura terkejut, matanya sedikit membesar seolah baru mendengar berita itu. "Apa? Apa maksudmu? Ibu hilang? Bagaimana bisa?" Suaranya terdengar gemetar, tetapi ia memastikan ekspresinya tetap meyakinkan.
Nico menggeram, tangannya mencengkeram lengan Jia dengan kuat. "Jangan mencoba bermain denganku. Aku tahu kau bukan orang yang bisa melakukan ini sendirian. Jadi, siapa yang membantumu? Kekasih lamamu?"
Jia tetap tenang meskipun rasa sakit mulai menjalar di lengannya. Ia menarik napas dalam, mencoba mengendalikan detak jantungnya yang berdegup cepat. "Mengapa kamu menyalahkanku? Bukankah seharusnya yang marah adalah aku?! Kamu mengatakan jika kamu bisa menjaga ibuku, tapi apa yang terjadi sekarang? Ibuku hilang dan kamu malah menyalahkanku?!"
Nico terkekeh sinis, lalu melepas cengkeramannya dengan kasar. Ia berjalan menuju meja di sudut ruangan dan mengambil ponselnya, lalu mengangkatnya ke hadapan Jia. "Bukankah kamu yang mematikan telepon genggamku saat anak buahku meneleponku?! Aku tahu ini perbuatanmu, Jia! Jangan berdalih lagi!"
Jia menatap ponsel itu sebentar sebelum mengangkat bahu. "Aku bahkan t…
Still Holding On
Ep. 63
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments