Dari balik kemudi, Frey menatap rumah megah itu dengan sorot mata dingin. Cahaya lampu taman menerangi halaman depan, memantulkan bayangan tajam di kaca mobilnya. Tangannya mencengkeram setir dengan kuat, pikirannya masih dipenuhi dengan suara Nico yang bergema dalam kepalanya.
"Mulai saat ini, aku akan mengutus orang untuk mengikutimu!! Kemanapun!!!"
Kata-kata itu bukan hanya ancaman bagi Jia, tetapi juga tantangan bagi Frey. Jika Nico berpikir bahwa dia bisa mengendalikan Jia sepenuhnya, maka dia jelas meremehkan Frey Ye.
Dia menoleh ke layar ponselnya, menampilkan transkrip rekaman percakapan yang baru saja ia dapatkan. Alat penyadap kecil yang telah ia tanam di dalam tas Jia sebelum gadis itu masuk ke rumah Nico telah bekerja dengan baik. Setiap kata yang keluar dari mulut Nico kini berada di tangan Frey.
"Brengsek, dia benar-benar gila," gumamnya.
Jia tidak akan bisa keluar begitu saja dari cengkeraman Nico. Frey sadar bahwa menyeretnya keluar dengan paksa hanya akan membuat keadaan lebih buruk. Nico bukan orang yang bisa ditangani dengan cara biasa. Dia butuh rencana yang lebih halus, lebih menghancurkan.
Ia menekan sebuah nomor di ponselnya. Beberapa detik kemudian, suara berat dari seberang menyapa.
"Apa ada kabar?"
"Aku butuh orangmu. Seseorang yang bisa membuat laporan palsu tentang dugaan pencucian uang di perusahaan Tan Corp."
Ada jeda sejenak sebelum suara itu menjawab. "Kau berencana membuatnya sibuk dengan masalah hukum?"
"Bukan hanya sibuk. Aku ingin dia berada dalam tekanan yang cukup besar hingga dia tidak bisa fokus menjaga Jia," sahut Frey tajam. "Aku tahu itu tidak cukup untuk menjatuhkannya, tapi itu langkah pertama. Aku akan membuatnya kehilangan segalanya, satu per satu."
"Baik. Aku akan urus." Klik. Panggilan terputus.
Frey mengembuskan napas berat. Langkah pertama sudah diambil, tapi itu belum cukup. Ia harus menggali lebih dalam.
Matanya kembali ke layar ponselnya. Nama seseorang terpampang di sana—kontak yang sudah lama tidak ia hubungi.…
Still Holding On
Ep. 59
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments