“Apa kita benar-benar siap?”
Suara itu keluar dari Dira sendiri, pelan, tapi cukup untuk membuat ruangan utama markas The Vault sunyi.
Dia duduk di ujung meja taktis, tangan mengusap wajah yang letih. Di layar, titik merah bernama Borobudur masih menyala, seolah mengejek keberadaan mereka semua.
Selama ini, The Vault menangani koruptor, kartel, organisasi gelap yang masih bisa dilacak dan dijebak. Tapi yang ini? Organisasi bentukan VOC? Pake sihir dan teknologi gaib Eropa?
Rasanya seperti disuruh melawan hantu penjajahan dengan pisau dapur.
Di pojok ruangan, Bagas belum bicara sejak tadi. Dia hanya mengaduk kopinya yang sudah dingin. Matanya sayu, tapi tetap fokus.
“Apa kita benar-benar bisa, Gas?” tanya Dira, kali ini lebih lirih. “Kita bukan Vanguard. Kita bukan The Closer. Kita... cuma kita.”
Bagas tidak menjawab. Hanya meneguk kopi, lalu menatap langit-langit.
“Aku udah lama nanya itu juga, Dir,” katanya akhirnya. “Tapi kalau nunggu siap terus, kita nggak akan pernah gerak.”
Rivani berdiri. Mendadak.
“Maaf ya, tapi ini semua mulai ngaco,” katanya. “Dulu kita ngelawan manusia. Sekarang kalian nyuruh kita hadapin penyihir Belanda dari tahun entah berapa?”
Dira menatap Rivani. “Aku tahu ini berat.”
“Berat?” Rivani mendengus. “Dulu aku gabung Vault karena pengen ngerasa berguna. Bantu orang. Tapi sekarang... aku pengen hidup normal. Nikah. Buka bisnis kecil. Gitu doang.”
Tak ada yang langsung membalas. Noval dan Rendy hanya melirik satu sama lain. Intan menunduk, seperti sedang menelan sesuatu yang pahit.
Dira berdiri juga. “Kita semua punya mimpi, Riv. Tapi kalau kita mundur sekarang, siapa yang akan hadapi mereka?”
“Aku nggak peduli sama Zwarte Sol! Aku peduli sama nyawaku sendiri!” Rivani membalas cepat, suaranya nyaris gemetar. “Aku capek, Dir. Capek pura-pura kuat.”
Diam. Lama.
Sampai Yuni bersandar ke tembok, tangan menyilang. “Kalian mau tahu rahasia kecil?”
Semua menoleh.
“Aku juga capek. Aku juga pengen hidup normal. Tapi tahu nggak kenapa aku tetap di sini…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Kegelisahan dan Keraguan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments