Tanah berhenti bergetar.
Retakan yang semula menganga di depan mereka—tempat artefak kuno itu muncul dalam cahaya biru menyilaukan—kini telah menutup rapat. Seolah tak pernah ada apa pun di sana. Tidak ada cahaya. Tidak ada getaran. Tidak ada bukti.
Kecuali satu hal: mereka semua telah melihatnya.
Dira menghela napas, menatap kosong ke permukaan tanah yang kembali utuh. "Itu... nyata, kan?"
"Nyata banget," jawab Bagas cepat, masih menatap ke tanah. "Dan itu bukan hal yang bisa kita jelaskan dengan... logika biasa."
Yuni hanya diam, wajahnya pucat. Angin sore berembus pelan, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang merasakan dinginnya. Semua terlalu tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Dalam diam yang menyesakkan itu, mereka saling bertukar pandang—penuh kebingungan, dan sedikit rasa takut.
Markas The Vault kembali hidup malam itu. Semua agen dikumpulkan. Ruang rapat utama yang biasa digunakan untuk taktik dan koordinasi kini berubah menjadi ruang tanya jawab yang kacau dan penuh suara.
Dira berdiri di depan layar utama, sementara Bagas mengatur proyeksi visual dari hasil pindaian medan artefak tadi. Di belakang mereka, semua anggota berkumpul—Rivani duduk dengan tangan menyilang dan raut tidak puas. Intan dan Rendi berdiri berdampingan, fokus tapi terlihat skeptis. Noval duduk paling depan, mata berbinar dengan rasa ingin tahu yang nyaris seperti anak kecil. Yuni duduk di sisi lain ruangan, memeluk lututnya, seperti menyerap informasi perlahan-lahan.
"Jadi..." Dira mulai bicara. Suaranya cukup keras untuk mengalahkan riuh rendah bisik-bisik di antara agen. "Kita nggak lagi ngomongin ancaman lokal. Nggak juga regional. Ini... level global. Bahkan, mungkin bukan dunia yang kita kenal."
Ia menekan tombol pada remote kecil di tangannya. Di layar muncul gambar: artefak kulit yang mereka temukan, yang kini telah direkonstruksi secara digital. Tulisan-tulisan kuno terpampang jelas, dan di bawahnya—terjemahan dalam bahasa Indonesia.
'Untuk menyegel kembali Bayangan…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Retakan Yang tertutup, Dunia Yang Terbuka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments