Langkah para prajurit makin dekat. Tanah bergetar tiap kali mereka bergerak. Tidak satu pun dari mereka bicara, tapi sorot mata dari balik helm itu cukup untuk membuat siapa pun merasa kecil.
Yuni mengencangkan rahangnya. Satu tangan pelan menarik belati dari sisi kakinya. Gerakannya nyaris tak terdengar. Ia tak suka situasi seperti ini—dikepung, tak tahu medan, dan terlalu banyak ketidakjelasan. Di benaknya, yang paling logis sekarang hanya satu hal: serang duluan, sisanya nanti.
Tapi sebelum belatinya bisa meluncur, satu tangan menahan pergelangannya.
Dira.
“Jangan,” bisiknya. “Kita bukan di markas. Kita di rumah orang.”
Yuni menatapnya. Mata mereka bertemu, dan dalam sekejap Dira paham—Yuni siap bertarung kapan pun. Tapi kali ini bukan waktunya.
Pemimpin pasukan itu melangkah satu langkah ke depan. Jubah biru tuanya berkibar ringan tertiup angin laut.
“Kalian belum menjawab,” ucapnya pelan. “Kalian bukan berasal dari wilayah mana pun yang dikenal oleh Terra. Nama yang kalian sebut… tidak tercatat dalam Pustaka Batas.”
Dira menarik napas. Tenggorokannya terasa kering. Tapi dia tahu, kalau mereka mau selamat, seseorang harus bicara.
Dan itu tugasnya.
Ia maju perlahan, satu langkah di depan timnya, lalu menatap pria itu. Meski jantungnya berdebar, Dira menahan wajahnya tetap tenang.
“Kami… bukan musuh,” ucap Dira. “Kami berasal dari benua lain. Dunia kami menyebutnya Asia. Dan kami berasal dari negara bernama Indonesia.”
Tak ada reaksi dari sang pemimpin.
Dira melanjutkan, suaranya sedikit bergetar, “Kami datang ke sini karena ada ancaman besar yang menyerang negara kami… sebuah organisasi rahasia bernama Zwarte Sol. Mereka membangkitkan kekuatan gelap yang… kami belum sepenuhnya mengerti. Tapi itu bisa menghancurkan lebih dari satu dunia.”
Mata pemimpin itu menyipit. Masih tanpa ekspresi.
“Dari informasi yang kami temukan,” lanjut Dira, “benua ini menyimpan sebuah artefak penting. Dan kami percaya artefak itu… bisa membantu menyegel kekuatan gelap yang akan bangkit…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Di mata mereka kita asing
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments