“Kalau saja waktu itu kita serang mereka, kita nggak akan duduk di sini sekarang.”
Rivani melempar sendok ke atas nampan logam yang diselipkan lewat jeruji. Makanan di dalamnya sudah dingin, semangkuk bubur keabu-abuan yang tak jelas rasanya apa. Di pojok ruangan penjara batu yang lembap itu, suara langkah penjaga makin menjauh. Hening. Kecuali suara napas satu sama lain dan suara hati yang tak tenang.
Dira tidak menjawab.
Dia duduk bersila di lantai dingin dengan punggung bersandar ke dinding, kedua tangan terlipat di dada, tatapannya menatap jauh ke pintu besi yang baru saja dikunci. Wajahnya tetap tenang, tapi bahunya terasa berat. Dia tahu, Rivani tidak asal bicara.
“Kamu tahu sendiri kan, Dir?” Rivani melanjutkan. “Yuni sudah siap. Satu lemparan senjata aja waktu itu bisa bikin kita bebas, bisa kabur, bisa langsung cari artefak. Tapi kamu malah—”
“Berhenti, Riv,” potong Intan, nadanya datar, tapi tegas.
Semua menoleh.
Intan bersandar di dinding seberang, tangan terlipat. Ia menatap Rivani lurus tanpa berkedip. “Kalau kita nyerang, kita mungkin bisa kabur. Mungkin. Tapi kita juga mungkin mati. Kamu lihat sendiri waktu di hutan, mereka jumlahnya sepuluh kali lipat dari kita. Mereka pakai armor. Senjata mereka pakai energi yang kita belum ngerti. Kita baru sampai satu hari. Kalau langsung bikin kacau, itu bunuh diri.”
“Tapi ini juga bukan kemenangan,” Rivani membalas, matanya tajam. “Kita dikurung. Diadili besok di hadapan... naga. Naga, Intan. Kedengarannya kayak hukuman mati.”
“Aku lebih percaya nasib diadili naga,” ujar Bagas, akhirnya bicara dari tempatnya duduk di tengah ruangan. “Daripada mati sia-sia jadi penyusup. Keputusan Dira benar. Kita bukan pencuri. Kita bukan penjajah. Kita datang karena harus. Dan itu yang akan kita jelaskan.”
Rivani menghela napas keras. “Kalian ini terlalu idealis. Dunia nggak selalu menghargai niat baik.”
“Dan kamu terlalu sinis,” jawab Intan cepat.
“Cukup.”
Yuni, yang sejak tadi diam di sudut sambil menatap lantai, kini berdiri…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Langit Yang Tak Pernah Tersentuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments