Fajar menyingsing di atas Arcadia Terra, memancarkan cahaya keemasan di antara pepohonan kuno. Di dalam goa persembunyian, tim The Vault terbangun dengan perut yang melilit. Aroma lumut dan tanah basah memenuhi udara, mengingatkan mereka pada kenyataan bahwa semalam suntuk mereka tidur di atas batu.
"Aku bisa mengerti kenapa manusia purba suka berburu di pagi hari," gerutu Rivani sambil meregangkan tubuh. "Ini satu-satunya cara untuk melupakan kalau perutku serasa mau menelan diriku sendiri."
Noval tertawa kecil. "Pasti ada resep roti gandum ajaib di buku-buku perpustakaan rahasia itu, tapi kita keburu kabur."
Dira, yang sudah berdiri dan mengamati pintu goa, menoleh. "Bagaimana, Solara? Kau bisa mendapatkan persediaan?"
Solara mengangguk, senyum tipis terukir di bibirnya. "Aku akan kembali ke istana dan membawa semua persediaan makanan yang kita butuhkan. Kalian duluan saja ke kapal. Aku akan menyusul."
Intan menatapnya dengan raut khawatir. "Apa kau yakin, Putri? Setelah kejadian semalam, istana pasti masih kacau. Akan berbahaya jika kau kembali sendirian."
"Jangan khawatir," jawab Solara, tatapannya penuh tekad. "Aku tahu jalan. Ini adalah rumahku, lagipula." Ia menatap Dira, seolah mencari persetujuan. Dira mengangguk perlahan. Ia percaya pada Solara. Ada kekuatan tersembunyi di dalam diri putri itu yang ia yakin akan membimbingnya.
"Baiklah kalau begitu," kata Bagas. "Kami akan menunggumu di FX Vault Tank 805. Jangan sampai terlambat."
Mereka berpisah. Tim The Vault kembali menyusuri hutan menuju pantai, sementara Solara dengan langkah ringan kembali ke istananya. Semoga semuanya lancar, pikir Dira, firasat aneh menggelayut di hatinya. Pamitan kasar Solara itu... seperti apa ya?
Istana Arcadia Terra masih dipenuhi suasana tegang dan murung setelah kekacauan semalam. Para pelayan dan prajurit bergerak dengan langkah gontai, membersihkan puing-puing dan menata kembali barang-barang yang berserakan. Raja Terra duduk di singgasananya, tatapannya kosong menatap lang…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Pamitan Yang Kasar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments