Angin beku Hyperborea Zenith menggigit kulit, bahkan menembus jubah tebal suku bawah yang dikenakan Yuni, Rivani, Budi, dan Tetua Nanuq. Suara bising kerumunan sudah terdengar di kejauhan, seperti gemuruh es yang retak. Mereka berjalan menyusuri jalanan es yang licin menuju pusat keramaian, tempat Pesta Es Agung akan segera dimulai. Udara dipenuhi aroma tajam hidangan lokal dan bisikan-bisikan gugup dari para warga suku bawah yang berkumpul.
"Gila, dinginnya bikin bulu kuduk berdiri!" Budi berbisik, giginya bergemeletuk. Ia menarik jubahnya lebih erat, meskipun energi mutannya menjaga tubuhnya tetap hangat, ia masih merasa psikis kedinginan. "Ini lebih dingin dari kulkas di markas The Vault!"
"Cengeng," ejek Rivani, tersenyum sinis. Ia sendiri tidak terlalu terpengaruh dingin, mungkin karena adrenalinnya sudah melonjak. Matanya menyapu kerumunan, menganalisis setiap wajah. "Ingat rencana. Kita harus membuat kesan, tapi tidak menarik perhatian yang salah."
Yuni mengangguk, melirik Budi. "Fokus, Budi. Ingat kenapa kita di sini. Jangan sampai terpecah perhatian." Aura tenangnya sedikit meredakan kegugupan Budi.
Tetua Nanuq memimpin mereka, langkahnya tenang dan bermartabat meskipun tubuhnya renta. Ia adalah pemandu mereka di labirin sosial Iceland City. "Arena Es Kuno ada di depan. Di sanalah pendaftaran untuk Ujian Kekuatan dilakukan."
Mereka akhirnya tiba di sebuah area terbuka yang luas, dikelilingi oleh bangunan-bangunan es megah yang menyala. Di tengahnya, sebuah arena berbentuk lingkaran terbuat dari es murni, berkilauan di bawah cahaya kristal. Kerumunan warga berdesakan, sebagian besar dari suku bawah yang tampak lesu dan putus asa, bercampur dengan beberapa warga suku atas yang angkuh dan tertawa keras. Suasana tegang bercampur perayaan yang dipaksakan.
Antrean pendaftaran panjang mengular. Beberapa pejuang dari suku bawah tampak kuyu, dengan luka lama di wajah mereka. Mereka tampak lebih mirip korban yang akan dikorbankan, bukan petarung.
"Oke, Budi," bisik R…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Ujian Pendaftaran Dan Aksi Tipu Muslihat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments