Dira masih merasakan rasa terbakar di telapak tangannya saat Van Rijk menghilang.
Bersama anak buahnya, pria itu lenyap ke dalam kabut hitam, seolah tertelan lembah sendiri. Yang tersisa hanyalah bau belerang dan bisikan-bisikan samar yang entah berasal dari angin... atau sesuatu yang lebih tua dari waktu.
Bagas terjatuh duduk di tanah, bahunya naik turun cepat. “Apa barusan itu... apa... kita masih hidup?”
Yuni tak menjawab. Matanya tertuju ke cahaya keemasan yang kini melayang perlahan di tengah lembah. Di dalamnya, sosok pria tua berjubah sederhana berdiri tenang. Dia tak benar-benar menginjak tanah—melainkan sedikit melayang, dikelilingi kabut tipis berwarna hangat. Tapi hawa yang ia bawa dingin dan berat. Seperti malam tanpa bintang.
Dira mundur satu langkah. “Itu… itu bukan manusia biasa.”
Bagas menahan napas. “Roh?”
Sosok itu menoleh ke arah mereka. Tatapan matanya tidak menembus seperti Van Rijk—melainkan memeluk, menelusup, dan membuka lapisan-lapisan ingatan dalam diri mereka. Dira merasa seperti ditatap oleh sejarah itu sendiri. Oleh sebuah masa yang ingin dilupakan… tapi menolak dilenyapkan.
Yuni menatap tenang. Tubuhnya masih lemah, tapi sikapnya seperti baru mulai bertarung.
“Joyo Mataram,” katanya pelan.
Pria itu mengangguk. Suaranya pelan namun bergema. Dalam. Seperti gunung bicara dari perutnya.
“Nama itu… sudah lama tidak disebutkan.”
Dira mencoba mengatur napasnya. “Anda—Anda dari masa lalu?”
Joyo Mataram tersenyum samar. “Dari masa yang dikubur dalam diam. Aku pernah berdiri di sini. Di tempat ini. Dengan darah di tangan, dan janji di hati. Kami bertarung, dan menang. Tapi kami tahu... kemenangan itu tidak abadi.”
Bagas masih terpaku. Matanya menatap sosok tua itu seolah takut jika berkedip, semua ini akan jadi mimpi buruk yang lebih dalam.
“Zwarte Sol…” Yuni angkat bicara. “Mereka bangkit lagi.”
“Aku tahu,” kata Joyo, matanya mengarah ke tempat Van Rijk menghilang. “Itulah sebab aku dipanggil kembali. Bukan dengan tubuh, tapi dengan warisan.”
Ka…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Warisan Yang Tak Terpadamkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments