Sepuluh tahun berlalu, namun dinginnya air laut itu tidak pernah benar-benar pergi dari tulang sumsum Bagas. Dingin itu hanya berganti wujud. Dulu dingin itu asin dan biru, kini dingin itu hitam, pekat, dan berbau logam berkarat.
Di bawah kolong mobil Mercedes-Benz S-Class hitam mengkilap, Bagas yang kini berusia lima belas tahun, meringkuk seperti tikus got. Wajahnya coreng-moreng oleh oli bekas yang sudah mengering menjadi kerak. Kaos oblongnya yang dulunya putih kini berwarna abu-abu kusam, bolong di bagian ketiak dan bahu. Bau bensin dan pelumas menyengat hidung, tapi bagi Bagas, ini adalah parfum kehidupannya sehari-hari.
Dia memejamkan mata sejenak, bukan untuk tidur, melainkan untuk mendengar. Di bengkel "Cakra Motor" yang bising ini—bengkel terbesar di Jakarta Selatan yang selalu dipenuhi mobil mewah—suara adalah peta. Dia mendengar desisan halus dari manifold knalpot, ketukan irama piston yang tidak sinkron, dan gesekan metal yang menjerit minta tolong.
Bagas tidak butuh komputer diagnostik canggih yang harganya ratusan juta itu. Telinganya adalah alat diagnostik terbaik. Sejak ditarik dari laut dan dilempar ke neraka duniawi ini, mesin adalah satu-satunya hal yang tidak pernah membohonginya. Mesin itu jujur. Kalau rusak, dia bilang rusak. Tidak seperti manusia. Tidak seperti pamannya.
"Woy, Tuli! Masih idup lo di bawah situ?!"
Sebuah tendangan keras menghantam sepatu bot butut Bagas yang menyembul dari kolong mobil.
Bagas tersentak, kepalanya membentur chassis mobil dengan bunyi DUK yang tumpul. Rasa nyeri menjalar di tengkoraknya, tapi dia tidak mengaduh. Dia sudah lupa caranya mengaduh. Mengaduh hanya akan mengundang lebih banyak tendangan.
Dengan gerakan gesit, Bagas meluncur keluar menggunakan papan alas beroda. Dia berdiri, menyeka oli di pipinya dengan punggung tangan yang kapalan.
Di hadapannya berdiri Herman, kakak kandung ayahnya. Pria itu gemuk, kulitnya licin oleh keringat dan keserakahan. Dia mengenakan kemeja batik sutra yang kancing perutnya…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
CHAPTER 2 : Surat Palsu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments