Bunyi pecahan beling itu terdengar seperti ledakan bom di dalam rumah tipe 36 yang sempit itu.
"PRANG!"
Pecahan vas bunga keramik murah—hadiah pernikahan lima tahun lalu—menyebar di lantai ubin putih yang retak-retak. Aroma alkohol yang menyengat langsung menguar, bercampur dengan parfum mawar murahan yang terlalu menyolok. Di tengah ruang tamu yang pengap itu, Linda Anastasya berdiri dengan napas memburu. Dadanya naik-turun, membuat payet-payet pada gaun malamnya yang ketat berkilauan ditimpa cahaya lampu neon yang suram.
Wajah cantiknya yang biasanya dipuja-puja teman kantornya kini bengkok oleh amarah. Maskaranya luntur, menciptakan jejak hitam di pipi yang memerah karena mabuk. Di tangannya, sebuah tas bermerek tiruan yang harganya setara dengan gaji pokok suaminya, dicengkeram begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
"Kau pikir aku budak di rumah ini, hah?!" Teriak Linda. Suaranya melengking, menembus dinding tipis rumah kontrakan mereka, mungkin membangunkan separuh tetangga di gang sempit itu. "Aku kerja, Mas! Aku PNS! Aku punya status! Kau pikir gampang seharian di kantor, ngurus berkas, lalu pulang harus nyuci baju baumu yang kayak mayat itu?!"
Di hadapannya, Lukman Rahmansyah berdiri mematung. Pria itu masih mengenakan seragam dinas lapangannya—kemeja krem dengan logo Palang Merah di lengan kiri yang sudah mulai pudar warnanya. Bau antiseptik dan keringat matahari menempel lekat di tubuhnya. Mata Lukman cekung, dikelilingi lingkaran hitam yang menandakan ia belum tidur lebih dari empat jam dalam dua hari terakhir.
"Kerja?" Lukman membalas, suaranya rendah namun bergetar menahan emosi yang sudah di ubun-ubun. Ia melangkah maju, menginjak pecahan beling tanpa peduli alas sandalnya yang tipis. "Kau bilang karaoke sampai jam tiga pagi itu kerja, Lin? Kau bilang joget-joget di meja bar sama teman-temanmu itu bagian dari dinas negara?"
Lukman menunjuk jam dinding plastik yang jarumnya menunjuk angka tiga lewat lima belas menit dini hari.
"Lihat jam berapa s…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
CHAPTER 1 : Rumah Yang Hancur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments