RAUNGAN ITU MASIH menggema di telinga Dira.
Dalam mimpinya, dia berdiri sendirian di tengah hutan purba yang asing, dedaunan bergerak seolah hidup, dan dari langit retak, turun sosok raksasa bersisik hijau emas. Mata makhluk itu menyala biru, menatap langsung ke dalam jiwanya.
“Bukan waktumu... Tapi waktumu akan tiba.”
Suara itu seperti petir yang dilapisi air. Dingin, namun menggelegar.
Dira terbangun dengan napas terengah, tubuh berkeringat meski suhu ruang penjara tetap dingin. Langit-langit batu menyambut pandangannya, tak ada naga, tak ada hutan, hanya realitas yang kembali mengekang.
“Dira?” suara Bagas, pelan namun waspada, terdengar dari ranjang di seberangnya. “Kau mimpi lagi?”
Dira duduk perlahan, mengangguk. “Iya... Tapi bukan mimpi biasa.”
Suara raungan itu—ia masih bisa mendengarnya. Samar, seperti gema dari dalam dirinya sendiri. Seakan ada bagian dari dirinya yang memanggil balik.
“Semalam kau mengigau,” tambah Yuni dari pojok ruangan, suaranya lembut. “Tentang naga, langit retak, dan... air yang membelah bumi.”
Dira memejamkan mata sejenak. Mimpi itu terlalu nyata. Dan yang membuatnya lebih ganjil—naga dalam mimpinya sama dengan yang ada di altar terlarang dalam lukisan yang pernah mereka lihat di markas.
Sesuatu sedang terhubung. Sesuatu yang belum bisa ia pahami sepenuhnya.
Sebelum ia bisa berkata lebih jauh, terdengar langkah kaki dari lorong luar. Suara sepatu baja menghantam lantai batu, ritmenya kaku dan teratur. Pintu penjara terbuka dengan bunyi mendesis.
Seorang prajurit masuk, tubuhnya tegap dalam baju zirah perak tua. “Yang Mulia Raja Terra memanggil kalian. Bersiaplah. Hari ini kalian akan dibawa ke Altar Penentuan.”
---
Semua anggota tim bersiap tanpa banyak kata.
Tak ada yang tahu apa sebenarnya yang akan mereka hadapi. Intan tampak lebih pendiam dari biasanya, matanya tajam mengamati tiap gerakan prajurit. Rivani menggigit bibir, jelas masih kesal dengan kejadian kemarin. Yuni, seperti biasa, menjaga ketenangannya, sementara Noval just…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Raungan Tak Pernah Padam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments