Alarm kapal berhenti.
Bukan karena bahaya sudah hilang—tapi karena sesuatu yang lebih aneh baru saja terjadi.
Cahaya merah dari simbol di balik es itu padam seketika, seperti seseorang memutuskan saklar besar di tengah alam. Bersamaan dengan itu, gelombang energi yang tadi membuat layar gemetar dan sistem kapal terganggu... menghilang. Seolah tak pernah ada.
"Ini... seperti peringatan," ujar Dira dengan suara berat. “Atau ancaman.”
Tak ada yang menyahut. Tapi semua orang tahu dia mungkin benar.
Arka, dengan suara yang kali ini lebih pelan, mengonfirmasi, "Energi anomali menghilang. Tidak terdeteksi aktivitas elektromagnetik atau spiritual saat ini. Namun sisa resonansinya masih terasa. Seperti gema dari sesuatu yang belum selesai."
Dira langsung mengambil keputusan cepat. Tangannya bergerak cepat ke panel navigasi.
"Arka, aktifkan Mode Kamuflase Siluman. Sekarang."
Lampu kapal langsung meredup. Sistem suara dimatikan, semua jendela eksternal ditutup lapisan optik hitam, dan FX Vault Tank 805 lenyap dari radar serta pandangan luar.
Mereka tahu mereka bisa bertarung. Kapal ini punya persenjataan canggih. Tapi jika mereka menyerang salah satu pangkalan militer itu, bisa-bisa mereka menyulut konflik global yang lebih gila dari semua ini.
“Jangan bodohi diri sendiri,” kata Dira pelan, tapi tegas. “Kita bukan pasukan tempur. Kita pencari kebenaran.”
Ruang observasi terasa hening. Kabut kutub menggantung di luar kaca seperti roh gentayangan. Lalu Yuni bicara, masih memandangi layar yang menampilkan peta es dan kedalaman laut.
"Noval," ucapnya. “Buka bukumu lagi.”
Noval, yang sedari tadi memeluk buku teori bumi datarnya seperti jimat pribadi, segera meletakkannya di atas meja bundar. Tangannya bergerak cepat membuka halaman yang sudah diberi tanda sejak dulu.
“Kalau dugaanku benar,” Yuni menambahkan, “gerbang itu bukan di balik es. Tapi di bawahnya. Di laut terdalam Antartika.”
Dira menoleh. “Kita menyelam lagi?”
Yuni mengangguk pelan. “Kalau kita terbang, kita akan langsu…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Kedalaman Yang Tak Bernama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments