Raungan dingin Ghuls es masih menggema di udara, mengoyak ketenangan lautan yang baru saja dicairkan Solara. Siluet-siluet kelabu itu meluncur cepat di atas pecahan es raksasa, bagai hantu-hantu yang haus akan nyawa. Jumlah mereka belasan, mungkin puluhan, bergerak dalam formasi serigala yang mematikan, mata mereka memancarkan cahaya biru pucat di tengah kegelapan fajar Hyperborea Zenith.
"Mereka menyerang!" teriak Bagas, matanya membelalak. Dengan cepat, ia berteriak ke arah kru kapal yang hanya beranggotakan robot AI, "Siapkan perisai energi!"
Namun, Ghuls itu terlalu cepat. Sebelum perisai energi FX Vault Tank 805 bisa aktif sepenuhnya, dua Ghuls pertama melompat dari bongkahan es, menabrak lambung kapal dengan kekuatan brutal. Suara benturan keras mengguncang seluruh kapal, membuat tim The Vault terhuyung. Alarm darurat mulai meraung-raung, memperburuk suasana tegang.
"Tembak mereka!" perintah Dira, tangannya sigap menarik senjata energi The Vault dari pinggangnya. Aura dingin yang memancar dari Ghuls itu terasa menusuk kulit, bahkan dari balik lambung kapal.
Bagas, Noval, Rendi, Intan, dan Yuni langsung menembaki para Ghuls yang mulai merayap naik ke geladak. Sinar-sinar energi biru dan merah melesat, menghantam tubuh-tubuh Ghuls. Tapi, mereka terbuat dari es yang mengeras, membiaskan sebagian besar tembakan. Beberapa Ghuls memang terpecah menjadi serpihan es saat terkena tembakan telak, namun yang lain hanya terdorong mundur sesaat, lalu kembali melesat dengan kecepatan menakutkan.
"Sial! Peluru energi tidak terlalu efektif!" teriak Noval, mengumpat. "Mereka terbuat dari es atau apa?!"
"Mereka makhluk es, Noval! Otakmu di mana?!" Rivani menyambar senjata cadangan dari dinding. Wajahnya tegang, namun ada kilatan kegembiraan di matanya—kegembiraan seorang petarung yang akhirnya menemukan lawan sepadan.
Solara, yang masih berdiri lemas di geladak, melihat kengerian itu. Ia mencoba mengumpulkan energinya lagi, namun tubuhnya terasa seperti jelly. Batu permata di d…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Badai Es Dan Penari Kematian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments