“Jangan bikin suara menjijikkan pagi-pagi, Dira. Bikin nafsu makan adikmu hilang,” tegur Gita Utami dengan suara rendah yang dingin, kontras sekali dengan senyum manis yang biasa ia pasang di Puskesmas tempatnya bekerja.
Dira tidak menjawab. Ia hanya mengencangkan ikatan tali sepatunya sampai jari-jarinya sakit. Ia tahu aturan main di rumah ini. Diam adalah emas. Menjawab adalah bencana.
Di meja makan, Gio—anak laki-laki berusia dua belas tahun, putra bawaan Gita—sedang melahap paha ayam besar dengan rakus. Mulutnya belepotan saus mentega. Di kursi bayi, Nayla, adik tiri Dira yang baru berusia dua tahun, sedang tertawa-tawa sambil memukul-mukul meja dengan sendok plastik, disuapi dengan sabar oleh Gita.
Sementara itu, piring Dira di ujung meja hanya berisi nasi putih dingin sisa semalam dan sepotong tahu goreng yang sudah keras. Tidak ada ayam. Tidak ada saus mentega.
“Ayamnya habis, Ma?” tanya Gio dengan mulut penuh, matanya melirik Dira dengan tatapan mengejek. Ia tahu betul ayamnya tidak habis; masih ada dua potong di wajan, tapi itu jatah makan siang Gio dan Gita.
“Iya, Sayang. Ayam sekarang mahal. Papa kalian kan cuma sopir, bukan pejabat,” jawab Gita santai, menyindir tanpa menoleh.
Pintu depan terbuka. Lukman masuk dengan wajah lelah, masih memakai kaos oblong. Ia baru saja memanaskan mesin ambulans tua yang ia bawa pulang semalam. Rambutnya makin tipis, kerutan di wajahnya makin dalam. Tujuh tahun berlalu sejak ia membawa Dira pergi dari Linda, dan hidup tidak menjadi lebih mudah. Ia memang menikah lagi dengan Gita, seorang PNS yang ia pikir bisa menjadi ibu yang baik. Tapi kenyataan seringkali menampar lebih keras daripada mimpi.
“Pagi semua,” sapa Lukman, mencoba terdengar ceria. Ia mencium kencang pipi Nayla, lalu mengusap kepala Gio.
“Pagi, Mas. Sarapan dulu, nih kopi sudah kubuatkan,” Gita langsung berubah wujud. Suaranya menjadi lembut, penuh perhatian. Ia menyendokkan nasi hangat ke piring Lukman, lengkap dengan potongan dada ayam besar yang ia sembun…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
CHAPTER 2 : Hilangnya Rumah Kedua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments