Buk. Buk. Buk. Irama yang lambat, berat, dan final. Tidak ada musik pengiring, hanya suara isak tangis yang tertahan dan desau angin yang menggoyangkan daun kamboja di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir siang itu.
Langit Jakarta turut berduka, menggantungkan awan kelabu tebal yang siap menumpahkan air mata kapan saja. Di tengah gundukan tanah basah itu, Dira Anastasya berdiri mematung. Ia tidak lagi mengenakan seragam perawat curian ataupun pakaian anak jalanan yang lusuh. Hari ini, ia mengenakan gaun terusan hitam sederhana, kacamata hitam menutupi matanya yang bengkak, dan sepatu bot kulit yang kini ternoda lumpur pekat.
Di samping kirinya, dua gadis kecil—Vanya dan Cecil—menangis tersedu-sedu. Mereka memeluk boneka beruang lusuh, satu-satunya benda yang sempat mereka bawa dari rumah sakit. Ayah mereka, suami baru Linda, tampak terpukul, matanya kosong menatap liang lahat seolah jiwanya ikut terkubur bersama istrinya.
Dira tidak mengenal pria itu dengan baik. Ia juga tidak benar-benar mengenal Vanya dan Cecil. Namun, darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah yang sama. Darah dari wanita yang kini terbujur kaku di dalam peti itu.
Air mata Dira turun perlahan, merembes keluar dari balik kacamata hitamnya, meluncur melewati pipi tirusnya, dan jatuh menimpa tanah merah yang masih gembur.
"Selamat jalan, Ma," bisik Dira, suaranya nyaris tak terdengar, kalah oleh suara adzan yang dikumandangkan oleh penggali kubur. "Maafin Dira kalau Dira baru datang saat semuanya sudah terlambat."
Sebuah tangan besar dan hangat mendarat di pundak Dira. Bagas berdiri di sana, kokoh seperti benteng batu karang. Ia mengenakan kemeja hitam yang sedikit kekecilan di bagian lengan karena ototnya, memegang payung hitam besar untuk melindungi Dira dari gerimis yang mulai turun.
"Ikhlaskan, Dir," bisik Bagas lembut. "Dia sudah nggak sakit lagi. Dia sudah tenang."
Dira mengangguk lemah. Ia teringat sebuah filosofi pahit yang pernah ia renungkan: Sejahat apa pun orang tua, mereka ibar…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
CHAPTER 7 : Tanah Merah Dan Payung Hitam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments