Suara Solara yang berderap menjauh bersama Noval, Rendi, Intan, dan Bagas adalah satu-satunya jaminan bagi Dira. Di lorong gelap itu, cahaya obor yang redup menari-nari di wajahnya yang tegang, memantulkan bayangan Utusan bertopeng emas dan dua pengikutnya yang kini berdiri menghadang. Debu dan kelembapan di udara terasa mencekik, bercampur dengan aura dingin yang memancar dari ketiga musuh.
"Kalian pikir bisa melarikan diri?" Suara Utusan bergema, memantul di dinding batu, menambah kengerian.
Dira melangkah maju, memosisikan dirinya di depan Yuni dan Rivani. Tangannya mantap menggenggam senjata tembak energi The Vault, desain futuristiknya berkilat samar. Ia tahu ini bukan medan perangnya. Dira adalah seorang pemimpin, seorang pemikir strategis, bukan petarung lapangan seperti Rivani atau Yuni. Namun, mundur bukanlah pilihan.
"Kami tidak akan lari," sahut Rivani, nadanya penuh tantangan. Ia sudah memasang kuda-kuda, matanya menajam, siap menghadapi lawan. Tubuhnya bergerak luwes, seperti kucing yang siap menerkam. Di sampingnya, Yuni mengatupkan bibir, aura spiritualnya terasa lebih pekat, siap menggunakan kemampuannya.
Pertarungan pecah dalam sekejap.
Kedua pengikut Utusan itu bergerak duluan. Salah satunya, pria berbadan tegap dengan pedang energi yang memancarkan cahaya ungu samar, melesat ke arah Rivani. Pria kedua, yang lebih ramping dengan sepasang belati yang sama-sama bersinar, menyerang Yuni. Utusan sendiri, dengan topeng emasnya yang mengerikan, berdiri diam di tengah, mengamati, seolah membiarkan para pengikutnya menguji kemampuan mereka.
Rivani menyambut serangan pedang energi itu dengan serangan balik cepat. Gerakannya tangkas, menghindari tebasan horizontal yang mengarah ke perutnya, lalu membalas dengan tendangan memutar ke arah rusuk. Lawannya, meskipun tegap, memiliki kecepatan yang mengejutkan. Ia menangkis tendangan Rivani dengan lengan berpelindung, lalu mencoba menusuk balik. Suara desingan energi beradu dengan decit sepatu Rivani yang bergesek…
The Vault Files : Dossier Karakter Semesta The Closer
Analisis Di Tengah Kekacauan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments