Seperti yang Tessa katakan sebelumnya, malam hari ini Naura akan ikut kumpul dengan keluarga itu untuk membicarakan acara pernikahannya. Setelah makan malam, ia bersama dengan Tessa berjalan menuju ruang keluarga, menyusul Regan dan Papanya yang sudah pergi lebih dulu beberapa saat yang lalu.
Kali ini Naura tidak melihat Bagas di sana. Dari siang hari sampai saat makan malam pun, ia tidak melihat adanya cowok itu.
Entah ke mana. Biasanya dia selalu ada di sini.
"Keluarga kamu sudah siap semua?"
Naura yang duduk sendiri di sofa single, menganggukkan kepalanya ketika ditanya seperti itu oleh laki-laki yang duduk tepat di samping Tessa. Papanya Regan. Namanya Ardy, Tessa yang memberitahunya. "Sudah, Om," jawabnya.
"Kalau begitu, kita perlu bicarakan bagaimana konsep pernikahan kalian nantinya." Ardy menatap satu persatu mata yang duduk di sana. Dari Tessa istrinya, Regan, kemudian Naura. "Kalian ingin pernikahan yang seperti apa?"
Naura tidak tahu apakah pertanyaan itu ditunjukan olehnya atau kepada yang lain. Sebab, kata 'kalian' umum, kan? Selain tidak berani menjawab, Naura juga tidak memiliki jawaban atas pertanyaan itu.
"Mama sudah bicara dengan Naura siang tadi, katanya Naura ikut saja bagaimanapun pernikahannya nanti. Iya, kan, Sayang?" Tessa berucap seraya melihat ke arah naura, memastikan kalau apa yang ia ucapkan barusan itu benar adanya.
"I-iya, Ma," jawab Naura.
Selain membahas konsep pernikahan, ada sesuatu yang lebih menarik juga daripada itu. Yang pasti, membuat Naura terkejut, seperti yang dikhawatirkan oleh Tessa sebelumnya. Sesuatu yang belum bisa Naura jelaskan sekarang. Sesuatu yang sedikit tidak mengenakan, namun Naura tetap tidak bisa berkomentar apa-apa, apalagi sampai membantah.
"Kalau kamu, ingin pernikahan yang seperti apa, Regan?" Ardy beralih menatap Regan yang diam saja di tempatnya. Berbeda dengan Naura tadi, nada bicara juga tatapan matanya terlihat berbeda kepada anak laki-lakinya itu. Terkesan tegas dan penuh penekanan. Seperti orang ya…
Menikah Dengan Berandalan
Diusir?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments
Ketut Arsani
dari judul dan cerita sih bagus, tapi pas di baca sedikit berat dan puyeng jadi gk pengen lanjut, maaf y thor di ringankan dikit tulisan nya, padahal keren, semangat trs y
2024-09-30
0